Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021
spot_img

Santri Datang ke Ciamis Harus Bawa Surat Sehat

Berita Ciamis, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar rapat koordinasi bersama Forum Silaturahami Pondok Pesantren (FSPP) dan Forum Pondok Pesantren (FPP), Kamis (04/06/2020).

Rapat tersebut dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Kepala Kementrian Agama, Pimpinan Pondok Pesantren yang Tergabung di Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP).

Selain itu Forum Pondok Pesantren (FPP) yang bertempat di ruang Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengimbau, sebelum para santri kembali ke Pesantren, diharapkan agar mematuhi protokol santri yang telah diatur oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Guna mencegah pola penyebaran Covid-19, para santri datang ke Ciamis diharapkan membawa Surat Keterangan Sehat Dokter. Hal itu dari instansi kesehatan setempat,” terang Herdiat.

Persiapan New Normal

Kabupaten Ciamis sendiri dalam menyiapkan New Normal atau istilah Gubernur Jawa Barat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) harus dilakukan persiapan yang matang dan sosialisasi secara masif di kalangan masyarakat.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan masyarakat untuk siap beradaptasi dengan kebiasaan. Selain itu peraturan dan gaya hidup yang baru dalam setiap aktifitas hariannya,” imbuh Herdiat.

Menurutnya, dalam fase AKB tetap harus dispilin menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing.

AKB di Ciamis direncanakan dimulai 12 Juni 2020. Saat ini Ciamis masih menyelenggarakan PSBB Parsial yang diberlakukan dari 30 Mei sampai 12 Juni nanti.

Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) KH Nonop Hanafi menuturkan, sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Pondok Pesantren, dalam pertemuan tersebut disepakati santri datang dimulai 14 Juni 2020.

“Sebelum kembali ke Pondok Pesantren, para santri datang ke Ciamis telah diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, berkaitan santri yang dari luar Jawa Barat mengalami keterbatasan transportasi dengan kebijakan yang berbeda setiap daerahnya.

Pondok pesantren, tambah Nonop, memberikan keringanan terkait kedatangan para santri yang dari luar Jawa Barat.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren KH Fadlil Yani Ainusyamis (Ang Icep). Dia mengatakan masyarakat jangan panik dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Dalam menanggapi Covid-19 ada istilah relaksasi namun jangan sampai teledor atau gegabah,” ungkap Ang Icep.

Dia menambahkan, sikap tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dan physical distancing serta anjuran pemerintah harus diutamakan. (GaluhID/Maulana)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
274PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan