oleh

Melongok Sejarah Rivalitas Arema Vs Persebaya Surabaya

Hubungi
 
 

Apakah Anda merupakan supporter Arema FC atau suporter Persebaya Surabaya? Jika iya, Anda perlu mengetahui sejarah rivalitas Arema vs Persebaya dan awal konflik kedua tim tersebut.

Pada dasarnya beberapa tim kesebelasan di Indonesia memiliki konflik. Namun konfik antara Arema vs Persebaya ini yang paling mendarah daging.

Loading...

Konflik antara suporter Arema FC yang disebut “Aremania” dengan suporter Persebaya yang disebut “Bonek” sepertinya tidak kenal damai, hal ini sudah sangat lama terjadi.

Sebagian dari suporter kedua kubu tersebut hanya tahu bahwa mereka berselisih dengan kubu lawannya. Namun banyak diantara mereka yang hanya ikut-ikutan berselisih tanpa tahu alasan di balik perselisihan tersebut.

Baca Juga: Sejarah Persib Bandung, Pernah Jadi Alat Perjuangan Melawan Penjajah

Berikut beberapa peristiwa yang diduga menjadi penyebab konflik antara suporter Arema vs Persebaya:

Tawuran Tambaksari

Tawuran Tambaksari terjadi pada tahun 1990 tepatnya pada tanggal 23 Januari. Ketika itu di Tambaksari sedang mengadakan konser Kantata Takwa.

Sebagian besar dihadiri oleh Aremania dan Bonek, di bagian depan paggung dikuasai Aremania sedangkan Bonek di belakang.

Beberapa menit sebelum tawuran terjadi, Aremania membuat geram Bonek dengan sorakan “Arema-Arema” yang terus menerus. Bonek sebagai tuan rumah pun tersisihkan.

Terjadilah pemukulan dari salah satu Bonek terhadap Aremania hingga timbul tawuran besar. Tawuran tersebut membuat Arema keluar dari area konser di Tambaksari.

Kejadian tawuran Tambaksari menjadi alasan mereka bermusuhan dan pertikaian setiap kali kedua kubu itu bertemu.

Pemberitaan Media Terkait Arema vs Persebaya

Berbagai berita di media terkait pertandingan Arema FC vs Persebaya jadi salah satu pemicu adanya rivalitas antara Bonek dan Aremania.

Seperti contoh sebuah media memberitakan terjadinya perilaku kasar pemain Arema terhadap pemain Persebaya. Hal ini membuat kedua kubu tersebut panas.

Kedua suporter tersebut memiliki sifat ingin balas dendam dan memperburuk keadaan. Balas dendam tersebut dilakukan untuk perlakuan pemain di lapangan yang diluapkan pada suporter lawan.

Perilaku balas dendam itu terkadang menjadi sebuah tawuran besar antar pendukung yang sewajarnya tidak terjadi.

Terjadinya pertikaian bisa disebabkan pemberitaan media yang tidak adil hingga terjadi kecemburuan.

Misalnya tidak adanya pemberitaan terkait kemenangan Arema maupun Persema Malang saat kedua tim sepak bola asal Malang ini tampil gemilang dan meraih kemenangan.

Malang Selalu Diremehkan

Konon pendahulu Persebaya selalu meremehkan arema. Pernah ada yang bilang jika tim-tim asal Malang tidak akan pernah bisa mengalahkan tim Surabaya.

Jangankan memenangkan permainan, jika arema bertanding dengan persebaya bermain seri saja akan sangat berat. Pernyataan tersebut datang dari H. Barmen dan Mudayat, sesepuh Persebaya yang dimuat di berbagai media. Sontak saja siapapun yang diremekhan pasti akan merasa geram dan tidak terima dengan pernyataan tersebut.

Pernyataan kedua pendahulu persebaya tersebut spontan menyakiti hati Arema dan suporternya.

Suatu waktu ada kabar bahwa Persebaya akan datang ke malang. Dengan adanya berita tersebut jelas saja menjadi kesempatan Aremania membalas sakit hatinya.

Aremania membuat spanduk yang berisi tulisan “Kalahkan Persebaya, Bungkam Mulut Besar Barmen dan Mudayat”. Ketika itu Aremania mencegat Persebaya namun terhalang oleh polisi.

Tak ayal, karena aksinya dicegat oleh polisi, Aremania merusak dan melempari batu mobil yang memiliki plat L. Perselisihan tersebut terus berlanjut hingga saat ini hingga mendarah daging.

Itulah sejarah awal mula rivalitas Arema vs Persebaya. Arema berkali-kali ganti nama sesuai pemiliknya. Sementara Persebaya beberapa kali tergusur dari markasnya. Namun permusuhan suporter keduanya terus berlanjut. (GaluhID)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA