oleh

Sering Dijadikan Latar Foto Prewedding, Rumah Kuno di Ciamis Ini Masih Terawat

 
 

Ciamis, galuh.id – Sejumlah rumah kuno bergaya Eropa masih bisa dijumpai di Kabupaten Ciamis. Salah satunya adalah rumah bergaya Eropa di Dusun Pabrik, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Rumah ini bisa jadi wisata heritage di Ciamis.

Rumah yang dikenal sebagai peninggalan Kuwu Bintang pada zaman Hindia Belanda ini sering digunakan untuk obyek foto, terutama foto prewedding. Belakangan rumah tersebut ramai dibicarakan di media sosial di grup Ciamis. Seperti apa bentuk rumahnya ?

Pantauan Galuh ID, Rabu (6/10/2019), rumah tersebut terlihat kokoh dan terawat dengan baik. Rumah itu kini diisi oleh generasi ketiga keluarga Yaya Heryana (79) bersama isteri dan seorang anak bungsunya.

Rumah ini sangat kental dengan gaya Eropa, bangunannya tinggi sekitar 4 meter, pintu dan jendela besar dan tinggi. Bagian fentilasi memiliki hiasan dari besi menambah ciri khas.

Sejak dulu sampai sekarang bentuk bangunan tersebut masih dipertahankan. Pemiliknya hanya memperbaiki bagian atap dan dinding yang sempat rusak akibat gempa.

Rumah berukuran 8 x 15 meter tersebut memiliki halaman yang cukup luas dan dikelilingi dengan pohon bunga kertas serta pohon pala.

Dulunya di lokasi itu hanya ada 1 rumah, sedangkan rumah lainnya baru dibangun belakangan ini.

Tak heran, dengan desain yang unik ini banyak pasangan dari berbagai daerah di Ciamis memilih rumah tersebut untuk latar belakang prewedding.

“Banyak yang datang ke sini melihat-lihat, kebanyakan yang foto-foto untuk pernikahan,” ujar Yaya Heryana (79) pemilik rumah.

Yaya mengaku tak mengetahui pasti tahun berdiri rumah tersebut. Namun sejak 1920 rumah itu sudah ada. Bahkan saat ia lahir di tahun 1941, kakeknya yang merupakan Kuwu Bintang dan ayahnya telah menempati rumah tersebut.

“Rumah model ini juga sama seperti yang ada di Cimahi, ada yang seperti ini. Alhamdulillah masih saya pelihara,” ucapnya.

Menurut Yaya, rumah ini disebut rumah Kuwu Bintang karena kakeknya dulu merupakan Kuwu atau Kepala Desa pada zaman Hindia Belanda. Kuwu Bintang ini berjasa dalam membangun jalan dari Desa Sukadana ke Desa Margajaya.

“Jadi Kuwu Bintang itu adalah penghargaan dari Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Kuwu Bintang ini memiliki wibawa dan dihormati warganya. Jadi warga di sini menyebutnya Rumah Kuwu Bintang. Bahkan di sini juga ada Jalan Kuwu Bintang,” kata Yaya.

Yaya menegaskan, karena sangat dihormati, meski pada zaman agresi militer Belanda dan pada masa gerombolan rumah itu tak pernah ada yang mengganggu.

“Beberapa bulan lalu ada dari Dinas Kebudayaan Ciamis ke sini, rencananya akan dijadikan cagar budaya. Bagi saya boleh saja, asal ada perawatannya. Juga statusnya rumah ini tidak dipindah kepemilikan. Saya akan tetap mempertahankan rumah ini,” tegasnya. (GaluhID/Arul)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA