SPPG Cibadak 2 Ciamis Tegaskan Sudah Gandeng UMKM dan BUMDes

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – SPPG Cibadak 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menegaskan telah menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM dan BUMDes setempat dalam memenuhi kebutuhan operasional dapur.

Selain itu, sebagian besar relawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Bina Sosial Sukatani merupakan warga Desa Cibadak.

Pengawas Keuangan SPPG Cibadak 2, Hendris, menyampaikan bahwa pihaknya sejak awal telah melibatkan pelaku usaha lokal untuk penyediaan bahan baku masakan.

“Jadi tidak benar jika SPPG tidak menyerap pelaku UMKM dan belum bekerja sama dengan BUMDes setempat,” ujar Hendris, Senin (18/5/2026).

- Advertisement -

Ia menilai pernyataan Kepala Desa Cibadak yang menyebut manfaat SPPG belum dirasakan pelaku UMKM perlu diluruskan.

“Pernyataan itu tidak benar. UMKM sudah terserap untuk kebutuhan bahan baku masakan,” tegasnya.

Menurut Hendris, kebutuhan operasional dapur selama ini dipasok oleh sejumlah UMKM Desa Cibadak. Mulai dari pemasok daging sapi, ayam, telur, produk olahan roti dan abon, hingga bumbu masakan.

“Daging sapi mengambil dari Bama, ayam dari Supri warga Dusun Cibeureum, telur dari Eva, olahan roti dan abon dari pelaku usaha di Dusun Wanayasa. Serta bumbu masak dari Makmur Dusun Mekarsari. Bahkan sebagian kebutuhan bumbu juga kami salurkan melalui BUMDes,” jelas Hendris.

- Advertisement -

Ia menambahkan, dari total 12 supplier yang bekerja sama dengan SPPG Cibadak 2, sekitar 80 persen merupakan penyedia bahan baku asal Desa Cibadak.

“Kami sangat terbuka dan mendorong UMKM lokal agar berkembang, sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Pihaknya pun telah mendatangi Kantor Desa Cibadak untuk melakukan klarifikasi langsung kepada Kepala Desa.

Dalam kesempatan itu, Hendris menyebut langkah tersebut sebagai upaya tabayun dan membangun komunikasi yang lebih baik.

“Kalau ada kekurangan dari kami, tentu akan jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibadak, Margo, menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul akibat pernyataannya.

Ia mengaku pernyataan tersebut terlontar secara spontan saat menghadiri peresmian SPPG Cibadak 3, tanpa memperkirakan akan memicu kesalahpahaman.

“Saya mohon maaf atas kejadian ini. Saat itu situasinya spontan dan saya tidak berpikir akan berdampak seperti ini,” ungkap Margo.

Meski demikian pihaknya sebenarnya hanya ingin menyampaikan aspirasi sebagaian UMKM yang belum terfasilitasi secara maksimal dalam program tersebut.

Ia menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya telah menghimpun aspirasi dari sekitar 60 pelaku UMKM setempat untuk kemudian difasilitasi melalui BUMDes.

“Ada UMKM olahan tahu-tempe di Dusun Wanayasa yang masih belum terfasilitasi. Dari sekitar 60 UMKM, baru empat yang bisa kami bantu,” jelasnya. (GaluhID/Uus)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Dispusip Ciamis Dorong Akreditasi Perpustakaan, Perkuat Literasi Masyarakat Sesuai Visi Misi Daerah

CIAMIS, galuh.id — Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan...

Artikel Terkait