Suara Pemuda Sindangsari Disampaikan ke Anggota DPRD Jabar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Generasi muda dinilai tidak cukup hanya menjadi penerima hasil pembangunan. Mereka perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan potensi, dan terlibat langsung dalam menentukan arah perkembangan desa.

Hal tersebut disampaikan Nandi, tokoh pemuda Desa Sindangsari, Kabupaten Ciamis, saat memberikan apresiasi atas kehadiran Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Sindangsari, 14 September 2026.

Menurut Nandi, kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah masyarakat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan dan harapan terhadap masa depan desa.

“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Heri Rafni Kotari di Sindangsari. Bagi anak muda, kesempatan bertemu dan menyampaikan pandangan secara langsung kepada wakil rakyat sangat berarti. Kami ingin suara generasi muda juga menjadi bagian dari pembicaraan tentang masa depan desa,” ujar Nandi.

- Advertisement -

Ia menilai anak muda memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari kewirausahaan, olahraga, seni dan budaya, ekonomi kreatif, teknologi digital, pertanian, hingga kegiatan sosial.

Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang, pembinaan, serta kesempatan agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Anak muda Sindangsari jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Kami juga ingin ikut mengambil bagian. Berikan ruang, kesempatan, dan arah yang baik. Saya yakin banyak anak muda desa yang memiliki kemampuan dan gagasan untuk ikut membawa desanya maju,” ungkapnya.

Nandi mengatakan, salah satu tantangan generasi muda di desa adalah menciptakan kesempatan untuk berkembang tanpa harus kehilangan keterikatan dengan daerah asal.

- Advertisement -

Menurutnya, desa harus menjadi tempat yang mampu menumbuhkan optimisme bagi anak muda. Mereka perlu melihat bahwa di daerah sendiri terdapat ruang untuk belajar, berusaha, berkarya, berorganisasi, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, keterampilan, kewirausahaan, kreativitas, olahraga, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki alasan untuk bangga terhadap desanya. Bukan hanya bangga karena berasal dari Sindangsari, tetapi juga karena di sini mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan,” tuturnya.

Nandi juga menilai komunikasi langsung antara generasi muda dengan anggota DPRD penting untuk memperkecil jarak antara masyarakat, khususnya pemuda, dengan ruang kebijakan.

Ia berharap komunikasi dengan generasi muda dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung ketika ada kegiatan tertentu.

Menurutnya, anak muda memiliki sudut pandang, kreativitas, dan cara membaca perubahan zaman yang dapat menjadi bagian dari kekuatan pembangunan desa.

Nandi turut mengapresiasi Kepala Desa Sindangsari Cucu Samsudin beserta jajaran pemerintah desa yang memberikan ruang kepada masyarakat dan generasi muda untuk terlibat dalam dialog pembangunan.

Menurutnya, keterbukaan terhadap gagasan anak muda perlu terus dipertahankan.

“Kami sebagai pemuda juga harus sadar bahwa membangun desa bukan hanya tugas kepala desa, pemerintah, atau anggota DPRD. Anak muda juga punya tanggung jawab. Kalau ingin didengar, kami juga harus berani hadir, memberikan gagasan, dan ikut bekerja untuk lingkungan kami sendiri,” katanya.

Nandi menilai kritik dan aspirasi generasi muda sebaiknya tidak hanya berhenti dalam percakapan sehari-hari maupun media sosial.

Anak muda, kata dia, juga perlu memahami cara menyampaikan gagasan melalui ruang yang konstruktif sehingga dapat menjadi masukan dalam prosespembangunan.

Karena itu, ia mengapresiasi kehadiran Heri Rafni Kotari yang turun langsung untuk berdialog dan mendengar masyarakat.

“Bagi kami, wakil rakyat yang dekat bukan hanya yang sering terlihat, tetapi yang mau mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat. Setelah mendengar, tentu harapan kami adalah aspirasi yang memang menjadi kewenangannya dapat dikawal dan diperjuangkan,” jelas Nandi.

Ia menyadari tidak seluruh aspirasi masyarakat maupun generasi muda dapat diwujudkan dalam waktu bersamaan. Pembangunan memiliki keterbatasan kewenangan, anggaran, dan skala prioritas.

Namun, menurutnya, keterbatasan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan komunikasi.

Justru melalui komunikasi yang terbuka, masyarakat dapat memahami proses pembangunan, sementara pemerintah dan wakil rakyat memperoleh gambaran lebih nyata mengenai kebutuhan generasi muda di tingkat desa.

Nandi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Desa Sindangsari, masyarakat, generasi muda, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan DPRD.

Ia juga berharap Heri Rafni Kotari terus memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyampaikan gagasan serta membawa aspirasi yang sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi ke ruang pembahasan kebijakan.

“Kami tidak ingin anak muda hanya dipanggil ketika tenaganya dibutuhkan. Kami ingin pemuda juga diajak berpikir, diberikan kesempatan, dan dilibatkan dalam menentukan bagaimana desa ini akan berkembang. Karena suatu hari nanti, generasi kamilah yang akan melanjutkan apa yang sedang dibangun hari ini,” tegas Nandi.

Menutup keterangannya, Nandi mengajak generasi muda Sindangsari untuk tidak apatis terhadap pembangunan di lingkungannya.

Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya ditunggu. Anak muda harus berani mengambil bagian, menghadirkan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Heri Rafni Kotari yang telah hadir dan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Harapan kami sederhana: terus dengarkan suara dari desa, termasuk suara anak mudanya. Karena ketika pemuda diberikan ruang untuk tumbuh, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan masa depan desa,” pungkas Nandi.

Pesan Nandi tersebut menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pembangunan desa. Bagi pemuda Sindangsari, masa depan desa bukan hanya sesuatu yang akan mereka terima, tetapi juga sesuatu yang perlu mulai mereka bangun sejak sekarang.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Warga Sindangsari Ciamis Harap Komunikasi DPRD Jabar Berlanjut

CIAMIS, galuh.id – Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat dinilai bukan sekadar menjalankan agenda kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang...

Artikel Terkait