Tahap Awal Vaksinasi Covid-19 di Ciamis Prioritaskan Nakes

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Ciamis, galuh.id – Tahap awal vaksinasi Covid-19 di Ciamis pada tanggal 15 Januari 2021 nanti akan memproritaskan tenaga kesehatan (nakes) dan Forkopimda.

Pada tahap awal akan ada 3.800 vaksin Covid-19 di Kabupaten Ciamis. Tenaga kesehatan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi sasaran pertama vaksinasi.

”Tahap awal akan ada 3.800 vaksin di kabupaten Ciamis. Dengan prioritas vaksinasi tenaga kesehatan. Juga Forkominda,” kata Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, nantinya tenaga medis menjadi sasaran pertama vaksinasi Covid-19 di Puskesmas bersama beberapa Forkominda daerah Ciamis.

- Advertisement -

Pemberlakuan vaksinasi Covid-19 itu hanya bagi yang berusia 18 sampai dengan 59 tahun. Namun pada tahap pertama akan memprioritaskan nakes terlebih dahulu.

”Tahap pertama, tenaga kesehatan yang akan mendapatkan tahap awal vaksinasi Covid-19 terlebih dulu,” jelasnya.

Herdiat pun menambahkan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten Ciamis harus jadi suri tauladan bagi masyarakat dalam mematuhi protokoler kesehatan.

Jangan sampai, lanjut dia, ASN memberikan contoh yang tidak baik bagi masyarakat lainnya.

- Advertisement -

Ia juga meminta agar seluruh ASN di Ciamis menerapkan protokol kesehatan atau prokes dengan baik dan jangan sampai kendor untuk menjalanlan 3M.

Yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir serta menjaga jarak aman.

ASN harus menjadi contoh yang baik dalam menerapkan prokes. ”Jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat lainnya,” pungkas Herdiat. (GaluhID/Aldi)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Aksi Mahasiswa Ciamis Tuntut Evaluasi Program MBG, Ada Apa dengan Kebijakan Baru Pemerintah?

Ratusan mahasiswa dan masyarakat Ciamis menggelar unjuk rasa besar-besaran menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan DPRD Ciamis. Mereka menyoroti isu transparansi anggaran, efektifitas koperasi, dan distribusi BBM yang tidak tepat sasaran. Aksi ini bertujuan mengatasi ketimpangan ekonomi dan menolak represi terhadap aktivis.

Artikel Terkait