Tidak Ada Kerajaan di Ciamis? Ini Tanggapan Disbudpora

Berita Ciamis, galuh.id – Kepala Dinas Disbudpora Kabupaten Ciamis, Erwan Dermawan, menilai pernyataan budayawan asal Betawi, Ridwan Saidi, yang mengatakan tidak ada kerajaan di Ciamis keliru dan tidak dapat diterima.

Erwan mengungkapkan, pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut tidak ada kerajaan di Ciamis sangat tidak mendasar karena tidak memiliki bukti yang kuat.

“Tidak salah untuk kritis di era medsos, namun baiknya kita lihat dulu siapa yang berkomentar, kalau bukan arkeolog atau pakarnya ya sudah anggap saja itu adalah kelakar,” kata Erwan kepada GaluhID, Kamis (13/2/2020)

Menurutnya, Ridwan Saidi ini tidak punya kapasitas berbicara mengenai sejarah Kerajaan Galuh. Pernyataannya ngawur, tidak berlandaskan fakta sejarah dan tidak memiliki referensi yang jelas.

Kerajaan Galuh sudah dikaji baik secara lokal, nasional, maupun masyarakat internasional. Bukti artefak berupa arca dan prasasti pun sudah membuktikan adanya peninggalan sejarah kerajaan Galuh.

Erwan mengaku sangat prihatin dengan pernyataan Ridwan. Viralnya video tersebut sudah meresahkan masyarakat di Kabupaten Ciamis.

“Jujur saya sedih, sangat disayangkan untuk seorang Ridwan Saidi yang juga dikenal sebagai ahli sejarah bisa berbicara seperti itu,” ujarnya.

Namun, Erwan berharap agar masyarakat jangan terpengaruh, lihat itu sebagai ucapan pribadi seorang Ridwan Saidi, jangan melibatkan ketokohannya atau golongan di belakangnya.

“Kita jangan terpengaruh dan harus tetap mengobarkan semangat kegaluhan, berpegang teguh pada hasil kajian ilmuwan yang telah menggali bukti-bukti sejarah kerajaan Galuh,” pungkasnya.

Erwan Minta Akademisi Buktikan Fakta Seputar Kerajaan Galuh

Erwan pun berharap para akademisi, budayawan Sunda, serta sejarawan mampu membuktikan fakta sejarah Kerajaan Galuh. Kemudian harus mampu menepis pernyataan Ridwan mengenai Kerajaan Fiktif Galuh.

Kepada para pengguna media sosial, Erwan meminta agar lebih berhati-hati dalam menggunggah sebuah konten. Terlebih lagi berkomentar soal sejarah yang sudah menjadi bagian dari berdirinya negara Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, pernyataan budayawan Ridwan Saidi yang menyebutkan tidak ada kerajaan di Ciamis menjadi viral di media sosial. Hal itu setelah videonya diunggah di salah satu kanal YouTube.

Tak hanya itu saja, Ridwan Saidi juga menyebut bahwa Prasasti di Ciamis adalah prasasti palsu yang dibuat oleh Belanda. Bahkan lebih jauh dia mengatakan jika Galuh artinya brutal. (GaluhID/Evi)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Syarat Pelaksanaan Salat Idul Adha Berjamaah di Masjid Ciamis

Berita Ciamis, galuh.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menyampaikan beberapa persyaratan terkait pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah di Masjid.

Angkat Potensi Ciamis, Mahasiswa Asal Purwadadi Hadir Untuk Mengabdi

Berita Ciamis, galuh.id - Sejumlah mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, membentuk sebuah paguyuban kedaerahan. Satu di...

Temukan Kami

49,380FansSuka
186PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Lainnya

Pemprov Jabar Bakal Bantu Pembangunan Mesjid Al-Qausain Banjarsari Ciamis

Banjarsari, galuh.id- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzanul Ulum berjanji akan membantu pembangunan mesjid Besar Al-Qausain Banjarsari yang telah lama mangkrak.

Gerakan Magrib Mengaji di Pangandaran: Hidupkan Masjid, Matikan HP dan TV Saat Magrib

Pangandaran, galuh. id - Gerakan Magrib Mengaji di Pangandaran harus disinergikan dengan Hansip, RT dan RW sebagai penggeraknya. Selain itu, juga harus...

Tak Hanya Belajar Agama, Santri Pesantren Persis 109 Ciamis Pamerkan Hasil Penelitian

Berita Ciamis, galuh.id – Santri Pesantren Persis 109, Kabupaten Ciamis memamerkan hasil penelitian dan kreasinya dalam acara bertajuk Show Exhibisi 2020 'Karya...

Blackline: Sholat Dulu, Teriak Lantang Kemudian

CIAMIS - Ada pemandangan berbeda pada pertandingan uji coba PSGC Ciamis melawan Tunas Betawi FC yang diselenggarakan pada tanggal 28 Januari 2018, sekelompok remaja...

Ganti Peranti Ini, Motor Matic Yamaha X-Ride Tampil Beda

Motor matic saat ini penggunanya tidak hanya didominasi oleh wanita saja, namun banyak pria juga menggunakan jenis motor matic, salah satunya Yamaha...