CIAMIS, galuh.id – Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus kompetensi sumber daya manusia (SDM) masyarakat.
Kegiatan yang digelar di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelaku UMKM hingga pelaku seni dan budayawan.
Kepala Dispusip Kabupaten Ciamis Okta Jabal Nugraha mengatakan, keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Ciamis.
“Ini dalam rangka meningkatkan budaya literasi dan kompetensi sumber daya manusia di Kabupaten Ciamis. Pesertanya mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelaku UMKM, pelaku seni dan budayawan,” ujar Okta.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga diharapkan berdampak terhadap peningkatan indeks literasi masyarakat.
Ia menyebut, berdasarkan capaian yang ada saat ini, Kabupaten Ciamis berada di peringkat kedua di Jawa Barat dalam indikator literasi masyarakat.
Okta berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui berbagai program dan kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat secara luas.
Festival Literasi Ciamis 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2026, dengan rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Selain kegiatan edukasi dan diskusi, festival juga menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari upaya memperluas ruang interaksi masyarakat.
Okta mengatakan, Dispusip juga ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan membaca buku.
“Selama ini perpustakaan itu hanya dianggap tempat menyimpan dan membaca buku. Padahal di situ ada ruang informasi, ruang pengetahuan, ruang pembelajaran, dan ruang untuk terus berdiskusi dengan masyarakat,” katanya.
Melalui festival tersebut, masyarakat juga didorong untuk menghasilkan karya dan kreativitas melalui proses diskusi serta interaksi antarpeserta.
“Kita bagaimana membuat karya, sesuatu kreativitas. Karena rata-rata kegiatan dimulai dengan diskusi, sehingga ada interaksi,” ujarnya.
Okta berharap Festival Literasi Ciamis dapat menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran dan pengembangan kreativitas masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026.
