Unigal Ciamis Beri Edukasi Tangkal Radikalisme kepada Maba

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Ada 2.437 mahasiswa baru di Universitas Galuh (Unigal) Ciamis. Sebagai mahasiswa baru, mereka melaksanakan bimbingan akademik (Bamba) sejak Kamis, (5/9/2019).

Para mahasiswa baru itu diberi edukasi tentang isu radikalisme dan terorisme yang memungkinkan masuk ke kampus. Unigal Ciamis mengundang Kepolisian untuk memberikan materi menangkal radikalisme di Stadium General.

“Kita undang dari Kepolisian, yang datang dari Mabes Polri Brigjen Agung untuk memberikan materi penguatan faham ideologi Pancasila. Acaranya seperti Stadium General. Ingin menangkal faham radikalisme,” kata Rektor Unigal Ciamis Yat Rospia Brata di Unigal Ciamis, Jumat (6/9/2019).

Yat juga mengatakan, pihaknya ingin menangkal sedini mungkin pengaruh radikalisme ke mahasiswa baru. Maka dari itu harus ada penguatan ideologi Pancasila. 

- Advertisement -

Menurut Yat, ada beberapa instrumen yang dapat mempengaruhi radikalisme kepada mahasiswa. Diantaranya media sosial. Dia berharap mahasiswa baru Unigal lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Mahasiswa harus bisa memanfaatkan teknologi digital dengan hal-hal yang lebih positif,” ucapnya.

Yat juga menjelaskan, Bamba Unigal Ciamis sebagai langkah mengenalkan kampus dan kehidupan di perguruan tinggi. Sehingga, mahasiswa baru mengetahui bagaimana peraturan serta tata cara kehidupan di kampus Unigal Ciamis.

“Di Bamba ini kita kenalkan bagaimana kehidupan di perguruan tinggi. Karena kita anggap kan setingkat perguruan tinggi itu sudah dewasa. Kita kenalkan bagaimana pengelolaannya. Dan juga pengenalan, kampus itu seperti apa. Jadi mahasiswa baru tahu bagaimana tata cara kehidupan di perguruan tinggi,” ujarnya.

- Advertisement -

Selain itu, Yat menjamin bahwa selama kegiatan Bamba berlangsung tidak akan ada kegiatan yang mengarah pada tindak perploncoan. Dia meminta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai pelaksana kegiatan untuk bersikap humanis.

“Kami menjamin tidak ada pelonco. Membentak saja tidak diperbolehkan, karena kami sudah meminta kepada BEM selaku pelaksana kegiatan untuk tetap bersikap humanis kepada adik-adik angkatannya,” tegasnya. (galuh.id/Taz)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait