Minggu, 26 September 2021
Minggu, 26 September 2021

20 Tahun Konsisten Pakai KB, Pasutri Asal Ciamis Wakili Jabar ke Tingkat Nasional

Berita Ciamis, galuh.id – Pasangan suami istri (Pasutri) Maman Taryaman dan Ikah konsisten memakai KB selama 20 tahun tanpa diselingi kehamilan. Pasutri asal Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tersebut ditetapkan sebagai tenaga lini lapangan berprestasi kategori akseptor lestari 20 tahun.

Pasangan tersebut meraih peringkat pertama di Jawa Barat dengan poin penilaian 257 Atas prestasinya tersebut, mereka melaju ke tingkat Nasional mewakili Provinsi Jabar.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Dian Budiana, mengatakan, Kamis (3/6/2021) siang tadi, mereka melaksanakan penilaian di tingkat Nasional mewakili Provinsi Jabar. Ada 17 provinsi yang menjadi tandingan kader Ciamis ini.

“Ini sesuatu hal yang membanggakan, dari sekian ratus pasangan yang mengikuti kategori tersebut dari Ciamis lah yang nomor 1,” ujar Dian, Kamis (3/6/2021).

Ia menegaskan, pasangan suami istri ini merupakan teladan bagi masyarakat. Lantaran jarang secara konsisten KB, berjalan selama 20 tahun tanpa diselingi kehamilan.

Pasangan Maman-Ikah ini juga memiliki dua anak. Kedua anaknya sehat disekolahkan sampai ke tingkat perguruan tinggi. Proses KB-nya pun lancar. Padahal, Ikah hanya lulusan tingkat SMP.

“Keluarga sehat, beliau juga di lingkungannya aktif, menggerakkan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan bidang lainnya,” ujar dia.

Selain Akseptor Lestari Pasutri Asal Ciamis, Ini Prestasi yang Diraih

Selain kategori Akseptor Lestari 20 tahun, kata Dian, Ciamis juga menyabet juara tingkat 1 di kategori Kader Institusi Masyarakat Pedesaan atau POS KB. Kader yang meraih prestasi tersebut adalah Entin Kurnia Hartini asal Kecamatan Rancah.

Kabupaten Ciamis juga juara 2 tingkat Jabar di Kategori Petugas Lapangan KB (PLKB) Non PNS. Petugas yang meraih prestasi tersebut adalah Dede Ma’mun dengan raihan nilai 345 di bawah Kabupaten Bandung Barat.

“Tentu kemenangan ini sangat membanggakan. Hal ini sejalan dengan misi 1 Bupati Ciamis yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Dian.

Ia menegaskan, pencapaian itu merupakan kerja keras semua pihak. Begitu juga bimbingan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A).

Sementara itu, Kepala UPTD P5A Rancah, Dian Sri Suhardiani pembinaan dilakukan secara rutin setiap sebulan sekali pada dua wilayah, yakni Rancah dan Tambaksari.

“Setiap akhir bulan dilakukan pembinaan, sekaligus melakukan pelaporan yang sudah dilakukan selama sebulan dan perencanaan yang akan dilakukan selama sebulan kedepan,” ucapnya.

Ia mengakui, setiap pembinaan kepada akseptor KB selalu ada kendala diantaranya adalah persamaan dari sumber daya manusia (SDM). Tidak semua tingkat pendidikan para kader di Tambaksari maupun Rancah itu rata.

“Tentu saja ada kendala, misal dari segi kualitas SDM kan rata-rata di bawah SMA. Itu yang harus lebih intensif. Lantaran cara menyampaikan informasi dan pengetahuan di dalam administrasinya pun tentu akan beda dengan lulusan SMA atau sarjana,” tandasnya. (GaluhID/Rizal)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
275PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan