Senin, 25 Januari 2021
Senin, 25 Januari 2021
 
 

22 Daerah di Jabar Masuk Zona Kuning, 5 Masih Zona Oranye

Berita Jabar, galuh.id – Sebanyak 22 daerah di Jabar masuk Zona Kuning (Risiko Rendah) dalam level kewaspadaan penularan Covid-19. Sementara 5 daerah lainnya masih Zona Oranye (Risiko Sedang).

Ketua Gugus Tugas Jabar Ridwan Kamil melaporkan, ada 5 daerah berstatus Zona Oranye di Jabar. Yakni Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Cimahi.

Hasil tersebut merujuk leveling yang dilakukan oleh Gugus Tugas Nasional selama periode 6 hingga 12 Juli 2020.

Baca Juga: Gubernur Minta Masjid di Jabar Selalu Didisinfeksi

Mulai minggu ini, rating kewaspadaan wilayah sudah menggunakan rating Gugus Tugas Nasional. Tak lagi menggunakan warna Gugus Tugas Jabar. Hal itu agar sama dengan pemerintah pusat.

“Hasilnya 22 daerah masuk Zona Kuning. Hanya 5 yang masuk kategori Risiko Sedang,” ujar Ridwan Kamil atau RK, Senin (20/7/2020).

Daerah di Jabar, Zona Oranye Berkurang

Adapun jumlah 5 daerah Zona Oranye di Jabar saat ini berkurang dibandingkan periode 29 Juni hingga 5 Juli 2020. Yakni dengan 9 Zona Oranye, 17 Zona Kuning, dan 1 Zona Merah.

Gugus Tugas Jabar saat ini tengah menghitung level kewaspadaan di tingkat kecamatan untuk digunakan sebagai dasar penentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain itu, juga digunakan untuk dasar pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara fisik.

“Kita akan lebih detail ke wilayah kecamatan. Dari daerah Zona Kuning dan Oranye ini. Untuk pembukaan sekolah di Zona Hijau. Akan dibahas lebih lanjut lagi,” ucapnya.

4 Kategori Risiko

Gugus Tugas Nasional mengategorikan risiko menjadi 4. Yakni Zona Merah (Risiko Tinggi) atau penyebaran virus belum terkendali, Zona Oranye (Risiko Sedang) atau penyebaran tinggi dan potensi virus tak terkendali.

Kemudian Zona Kuning (Risiko Rendah) atau penyebaran terkendali dengan ada kemungkinan transmisi. Lalu Zona Hijau (Tidak Terdampak) atau risiko penyebaran virus ada tetapi tak ada kasus positif Covid-19.

RK mengatakan, 5 daerah di Jabar dengan status Zona Oranye tersebut menunjukkan bahwa indikasi penyebaran virus SARS-CoV-2 di Jabar terjadi dengan pola yang diketahui.

“Lokasinya di situ lagi, di situ lagi. Kalau tidak Bodebek, atau Bandung Raya. Di luar dua itu, Insyaallah terkendali konsisten. Tingkatnya sangat-sangat rendah,” jelasnya.

RK juga meminta Kepolisian Daerah Jabar untuk memperhatikan dan tetap waspada terhadap potensi wilayah perbatasan di Jabar. Terutama di wilayah Pantai Utara (Pantura). (GaluhID/Evi)

Loading...

Artikel Terkait

Tren Pakai Masker dan Jaga Jarak di Jabar Meningkat, Berikut Datanya

Berita Jabar, galuh.id - Setelah penerapan PPKM dari tanggal 11 Januari 2021, tingkat kesadaran warga Jabar dalam menggunakan masker dan menjaga jarak kian meningkat. Penilaian...

Lewat Film, Jabar Sosialisasikan Prokes Saat Berwisata

Berita Jabar, galuh.id - Pemprov Jabar bersama Aria Production lewat film akan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) saat berwisata. Tujuannya adalah supaya penanganan Covid-19 dan...

Disiplin Prokes Jabar Meningkat Karena PPKM

Berita Jabar, galuh.id - Disiplin Prokes Jabar meningkat, setelah Jawa Barat (Jabar) menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Senin (11/1/2021). PPKM tersebut akan berlangsung...

Temukan Kami

48,104FansSuka
219PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya