Aliansi Mahasiswa Ciamis Gelar Sidang Parlemen Jalanan, Bupati Tegaskan Pajak Tak Akan Naik

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Sekitar 90 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ciamis Menggugat menggelar aksi demonstrasi damai di depan gedung DPRD pada Senin (1/9/2025).

Aksi yang mulai pukul 14.00 WIB ini berlangsung tertib dengan agenda utama membacakan sidang parlemen jalanan, sebuah simbol penyampaian kritik terhadap kinerja DPR dan DPRD.

Dalam aksinya, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi serta membacakan naskah tuntutan yang berisi kritik keras terhadap lembaga legislatif.

Mereka menyoroti minimnya kehadiran anggota DPR dalam sidang, kebijakan legislasi yang lebih condong pada kepentingan politik, hingga masalah kesejahteraan rakyat dan isu kenaikan pajak.

- Advertisement -

Aliansi mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk menciptakan kericuhan. Melainkan sebagai media aspirasi rakyat agar suara masyarakat lebih didengar oleh para wakilnya di parlemen.

Meski tuntutan aksi ditujukan kepada DPRD, namun setelah berlangsung sekitar 1,5 jam, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama jajaran  Forkopimda turun langsung menemui mahasiswa di luar pagar gedung DPRD.

Dalam pertemuan terbuka itu hadir pula Kapolres Ciamis, Dandim 0613 Ciamis, Ketua DPRD Ciamis, serta sejumlah pejabat terkait. Mereka duduk bersama mahasiswa untuk mendengar aspirasi secara langsung.

“Alhamdulillah aksi hari ini berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami bersama ketua DPRD dan Forkopimda menerima apa yang rekan-rekan mahasiswa sampaikan. Aspirasi ini akan kami teruskan ke DPRD Ciamis, DPR RI, hingga pemerintah pusat,” kata Herdiat.

- Advertisement -

Menanggapi isu kenaikan pajak yang menjadi salah satu sorotan mahasiswa, Herdiat menegaskan bahwa selama 7 tahun terakhir, tidak ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Ciamis.

“Sampai hari ini dan insya Allah sampai masa jabatan saya berakhir, tidak akan ada kenaikan PBB. Sebaliknya, kami berkomitmen menggali potensi lain yang bisa meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, tujuan pemerintah daerah sejalan dengan mahasiswa, yaitu sama-sama ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat Ciamis.

Tuntutan Aliansi Mahasiswa Ciamis Menggugat

Dalam dokumen Sidang Parlemen Jalanan, mahasiswa menyampaikan beberapa poin kritis sebagai berikut:

1. Kehadiran Anggota DPR: sebagian hadir hanya secara formal, bahkan ada yang hanya absen tanpa benar-benar mengikuti sidang.

2. Kesejahteraan Rakyat: rakyat masih antre minyak goreng dan beras murah, sementara wakil rakyat sibuk dengan debat politik.

3. Utang Negara: jumlahnya makin menumpuk, namun DPR dianggap hanya menambah “utang moral” lewat janji-janji politik.

4. Legislasi: revisi Undang-undang lebih banyak terkait kepentingan politik daripada kebutuhan rakyat.

5. Fungsi Pengawasan: DPR lebih sibuk tampil di kamera daripada mendengar suara konstituen.

6. Gaya Hidup DPR: dinilai jauh dari kondisi masyarakat, tetap menikmati fasilitas mewah di tengah rakyat yang kesulitan ekonomi.

7. Masa Reses: yang seharusnya menjadi waktu kembali ke rakyat, seringkali hanya di isi dengan janji lama, baliho, dan amplop politik.

Ciamis Menggugat datang bukan untuk menciptakan kerusuhan, melainkan menyampaikan tuntutan rakyat secara terbuka.

Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu berakhir dengan tertib. Pesan utama yang ingin mahasiswa sampaikan adalah bahwa suara rakyat harus menjadi dasar utama setiap kebijakan pemerintah. Baik di tingkat daerah maupun pusat. (GaluhID/Resa)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Malang City Expo 2026 Jadi Panggung BP2D Ciamis Perluas Promosi Pariwisata

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis berpartisipasi dalam Malang City Expo 2026 untuk mempromosikan potensi wisata dan produk unggulan serta UMKM. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperkuat branding pariwisata Ciamis, membuka peluang kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi dengan berbagai daerah.

Artikel Terkait