Away Day PSGC Ciamis
Galuh Curva Sud,salah satu komunitas suporter PSGC Ciamis saat away ke Palembang. Foto: Dokpri

Saur Anjeun, galuh.id– Lanjutan pertandingan Liga 2 Indonesia pekan kelima antara Perserang Serang melawan PSGC Ciamis yang digelar di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten menjadi tour tandang saya yang kedua untuk mengawal tim PSGC Ciamis di musim ini.

Sebelumnya di awal Bulan Juli saat PSGC Ciamis terbang ke Palembang untuk menghadapi Sriwijaya FC saya juga ikut serta mengawal tim ini. Menempuh jarak kurang lebih 1000 Km, saya bersama seorang teman berangkat dari Jakarta via jalur darat, menyeberangi Lautan serta menelusuri daratan Pulau Sumatera, sebuah perjalanan yang sangat panjang untuk bisa sampai kesana.

Jalanpun tak selalu mulus, selama perjalanan selalu ada saja kendala yang harus dihadapi. Lebih dari 24 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Kota Palembang.

Kedatangan kami di sana sudah ditunggu oleh rekan kami sesama orang Sunda.  Dia bernama Faisal salah satu pengurus suporter Persib Viking Palembang. Setelah kami turun dari Bus, dia bersama temannya menjemput kami lalu segera mengantarkan kami ke Hotel yang sudah kami booking  jauh-jauh hari. sebelumnya kami ditawari menginap di basecamp Viking Palembang, tapi kami menolaknya karena terlanjur sudah booking hotel.

Tak lama setelah kami sampai di Hotel tempat kami menginap, teman-teman yang lain dari anggota Viking Palembang mulai berdatangan menyambut kami. Kami mulai berkenalan, bersilaturahmi, bertukar cerita, bercengkrama melepas kerinduan yang selama ini terpendam.

Sebagai  asli orang Sunda di manapun kita berada jika kita  bertemu kita selalu merasa bahagia, karena persaudaraan ‘duduluran’ sesama orang Sunda sangatlah kuat.

Kami menginap di sana selama 2 malam, sehari sebelum match berlangsung sampai sehari setelah pertandingan selesai.  Di hari pertandingan sebelum match berlangsung, kami terlebih dahulu diajak keliling Kota Palembang, mencicipi makanan khas Kota  Palembang serta mengunjungi tempat-tempat yang menjadi icon kota tersebut.

Tak lupa kami juga bergegas pergi menuju Hotel tempat para pemain dan official tim untuk memberikan semangat dan motivasi agar tim ini bisa memenangkan pertandingan, walaupun pada akhirnya PSGC Ciamis harus menelan kekalahan yang kedua dengan skor akhir 3 – 1.

Selama pertandingan berlangsung, kami berdiri di atas pagar tribun VIP tepat di belakang Bench Pemain PSGC. Banyak dari supporter tuan rumah yang datang menghampiri kami untuk sekedar menyapa dan berkenalan dengan kami, dan yang terpenting untuk menambah duduluran.

away day PSGC Ciamis
Kami saat bersama suporter Perserang, Serang di pelataran parkir Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten. Foto: Dokpri

Selanjutnya, tour tandang saya yang kedua, kali ini saya berangkat bersama teman-teman dari Galuh Curva Sud mengawal PSGC Ciamis di Kota Serang. Kami berangkat dari Ciamis tengah malam sekitar pukul 23.45 WIB, setelah sebelumnya berkumpul terlebih dahulu di Taman Lokasana.

Kami menaiki kendaraan mini bus/elf yang sudah kami Carter terlebih dahulu. Kendaraan ini berkapasitas 15 orang penumpang, sedangkan kami berangkat dari Ciamis hanya 14 orang dan 1 orang lagi menunggu di Kota Bandung.

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi untuk bisa segera sampai di tempat tujuan. Oh iya kami sengaja berangkat pada malam hari untuk menghindari kemacetan di wilayah Ibukota dan sekitarnya.

Tak terasa waktu cepat berlalu dan kami tertidur selama dalam perjalanan. Tepat pukul 07.00 pagi, akhirnya kami tiba di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten. Kami langsung bergegas turun dari mobil mencari kamar mandi untuk membersihkan diri.


Menjelang siang hari, datanglah teman-teman dari Suporter Perserang, memberikan sambutan hangat atas kedatangan kami. Diberinya kami makanan dan minuman ala kadarnya untuk sekedar mengganjal perut kami yang sedang lapar.

Disediakan pula ruangan KNPI yang disulap menjadi  tempat istirahat untuk kami. Semakin siang menjelang  pertandingan berlangsung semakin banyak dari mereka yang terus berdatangan menghampiri kami, seperti biasa kami mulai berkenalan, bersilaturahmi, bertukar cerita tentang tim kebanggaan masing-masing dan lain-lain. 

Setelah pintu loket dibuka, kami terlebih dahulu membeli tiket pertandingan, sesuai rekomendasi dari pihak panpel pertandingan kami membeli tiket Tribun Timur.

Selama pertandingan berlangsung kami terus menerus bernyanyi menyemangati pemain, chant-chant kami kumandangkan dengan suara lantang. Sesekali kami membalas nyanyian dari suporter tuan rumah di Tribun Selatan yang berkata, “Selamat datang suporter Ciamis, dari kami suporter Serang”.

Kami membalasnya dengan nyanyian “terimakasih Suporter Serang, dari kami Galuh Curva Sud” juga kami sesekali membalas ajakan battle chant dari Ultras Perserang di Tribun Utara yang meneriakan “FORZA PERSERANG” kami balas dengan teriakan “FORZA GALUH”.

Peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan telah usai, PSGC kembali menelan kekalahan beruntunnya yang kelima kali setelah sebelumnya dikalahkan di kandang oleh tim tamu Persiraja Banda Aceh.

Beberapa teman kami menangis, turun ke pinggir lapangan lalu tertunduk lesu. Kami dihampiri para pemain dan official team, Kami sangat bersedih atas kekalahan ini. Namun kami kembali bangkit. Kami harus Bangkit dan percaya bahwa suatu saat nanti tim ini pasti akan Berjaya.

Kami tak boleh terlalu lama berlarut dalam kesedihan. Selanjutnya kami keluar dari dalam stadion. Kami melewati luar Tribun selatan yang dipenuhi oleh Suporter Perserang. Di sana banyak yang respect kepada kami, ada yang memberikan semangat dan dukungan moril, serta mendoakan yang terbaik untuk kami dan tim PSGC.

“Semoga PSGC segera bangkit,”  ucap salah satu supporter Perserang.

Selama dalam perjalanan menuju parkiran mobil, masih saja ada yang mengejar dan menghampiri kami, kami kaget.

“Kirain mau pada ngapain eh tahunya pada mau minta foto bareng dan minta tukeran sticker,”ucap teman kami.

Kami menuruti kemauan mereka, kami juga merasa terhibur atas ulah becandaannya mereka. Setelah sampai di parkiran kami berpamitan serta berjabat tangan dengan mereka, bahkan ada dari mereka yang  mengawal kepulangan kami sampai ke pintu masuk jalan tol.

Tour ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami, bagi saya pribadi khususnya.  Kami sangat senang bertandang ke kota Serang. Ya walaupun tim kebanggaan kami kalah, tapi setidaknya kami sudah berjuang, kami juga mendapat dulur baru dari suporter Perserang itu yang utama, seperti dalam judul artikel ini ‘Menang Kalah Sudah Biasa, Duduluran Luar Biasa’. (galuh.id)

Penulis: AK (Pengagum Rahasia)

Catatan Redaktur:

Redaksi Galuh ID menerima ‘curhatan’ salah seorang suporter PSGC Ciamis yang menceritakan kebahagiannya saat away day PSGC Ciamis. Namun, penulis minta namanya dirahasiakan. Dia menyebut lebih senang dipanggil ‘Pengagum Rahasia’.

Kami senang dengan kontribusi pembaca Galuh ID seperti ini, bagi Anda yang juga ingin mengeluarkan keluh kesahnya seputar PSGC Ciamis atau tentang tema apapun bisa mengirim email ke officialgaluh.id@gmail.com.

Kami menyediakan kanal ‘Saur Anjeun’ tempat pembaca bisa mengeluarkan uneg-uneg ataupun opini. Tulisan Anda akan melalui proses penyuntingan terlebih dahulu, jika layak muat maka tulisan Anda bisa dibaca di laman Galuh ID.

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini