Galuh ID – Menahan kencing mungkin terlihat sepele dan sering dilakukan banyak orang karena alasan sibuk, malas ke toilet, atau sedang dalam perjalanan. Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Ada bahaya mengintai saat Anda menahan kencing terlalu sering.
Secara alami, tubuh memberi sinyal saat kandung kemih sudah penuh. Jika sinyal ini diabaikan terus-menerus, dampaknya bisa serius. Salah satu risiko utama adalah infeksi saluran kemih (ISK). Saat urin tertahan lama, bakteri yang seharusnya dikeluarkan bisa berkembang biak di saluran kemih, menyebabkan infeksi yang ditandai dengan nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, bahkan demam.
Bahaya lainnya adalah kerusakan otot kandung kemih. Menahan kencing terlalu lama bisa membuat otot-otot di sekitar kandung kemih melemah, sehingga dalam jangka panjang kemampuan kandung kemih untuk mengosongkan urin secara tuntas bisa terganggu. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan saat buang air kecil atau bahkan inkontinensia urin (ngompol tak terkendali).
Baca Juga: Bintik Merah pada Kulit Disertai Gatal, Jangan Panik Begini Cara Mengobatinya!
Selain itu, menahan kencing dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal dan bahkan kerusakan ginjal. Kandung kemih yang terlalu penuh akan memberi tekanan balik ke ginjal, mengganggu fungsinya, dan dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan gagal ginjal.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Lingga (pafikabupatenlingga.org) menegaskan, penting untuk tidak menyepelekan keinginan buang air kecil. Segera ke toilet saat tubuh memberi sinyal. Biasakan minum air putih yang cukup dan buang air kecil secara teratur setiap 3–4 jam sekali agar saluran kemih tetap sehat.
Menjaga kebiasaan kecil seperti ini sangat berarti untuk kesehatan jangka panjang. Jangan tunggu sampai muncul gejala serius. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati! (GaluhID)
