Baru Dibuka, Ratusan Warga Serbu Mahkota Swalayan Banjarsari Ciamis

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Ratusan warga yang didominasi kaum hawa menyerbu sebuah pusat perbelanjaan atau swalayan yang baru buka di Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Sabtu (22/11/2025).

Pusat perbelanjaan itu adalah Mahkota Swalayan, yang beralamat di jalan raya Pangandaran, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari.

Swalayan ini resmi buka, pembukaan di tandai dengan seremoni gunting pita oleh tiga orang selaku owner atau pemilik.

Ketiga owner swalayan tersebut yaitu Rio sebagai Komisaris, Junas sebagai Komisaris Utama dan Teguh Santoso sebagai Direktur.

- Advertisement -

Mucamat Wardani selaku Operasional Manager, menyampaikan bahwa hadirnya Mahkota Swalayan di Banjarsari yaitu untuk membantu kebutuhan masyarakat.

“Jadi misi kami yaitu membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hal itu sesuai dengan amanat pemilik Mahkota Swalayan,” kata Wardani.

Di sini lanjut Wardani, berbagai kebutuhan masyarakat tersedia. Produk yang swalayan jual pun bakal terjangkau oleh berbagai kalangan.

“Kita jual berbagai produk dengan harga grosir maupun ritel. Tentunya produk yang kami jual terjamin kehalalannya,” ungkapnya.

- Advertisement -

Pihaknya pun berkomitmen akan terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada para pengunjung Mahkota Swalayan.

“Komitmen kami yaitu bagaimana agar pengunjung nyaman ketika belanja di sini. Nah untuk ke depannya di lantai atas akan ada fasilitas kesehatan berupa klinik dan mainan anak,” terangnya.

Acara grand opening atau pembukaan Mahkota Swalayan turut hadir Camat Banjarsari, Wadanramil, Kepolisian Sektor Banjarsari, Kepala Desa Sukasari dan tokoh setempat. (GaluhID/Uus)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait