Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis Resmi Meluncur, Cara Bupati Herdiat Amankan Aset Daerah dan Ketahanan Pangan?

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi memperkenalkan terobosan baru berbasis digital bernama Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis pada Kamis (30/07/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Inovasi teknologi tersebut dipaparkan langsung dalam acara Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis di Opp Room Sekretariat Daerah. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir langsung untuk memberikan arahan kepada seluruh jajaran perangkat daerah yang hadir.

Bupati Herdiat menegaskan bahwa pengelolaan aset daerah yang tertib, akurat, dan berbasis sistem digital merupakan kunci utama efektivitas pembangunan. Oleh karena itu, kehadiran sistem baru ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan pendataan aset yang selama ini kerap menjadi kendala.

Terobosan Digital Melalui Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis

Inisiatif menghadirkan Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis digagas oleh Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Ciamis, Mar Diyana Yusuf. Sistem inovatif ini dirancang khusus sebagai bank data sekaligus peta sebaran aset milik pemerintah daerah.

- Advertisement -

Melalui platform ini, seluruh aset milik Pemkab Ciamis dapat terpetakan secara presisi dan terintegrasi. Selain itu, sistem digital ini difokuskan untuk mendukung penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan secara berkelanjutan di Tatar Galuh.

Bupati Herdiat Sunarya memberikan apresiasi tinggi terhadap lahirnya sistem ini. Menurutnya, pendataan aset khususnya barang tidak bergerak memiliki nilai yang sangat strategis bagi perencanaan program pembangunan di masa depan.

Integrasi Data Aset Tersebar di 27 Kecamatan

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menekankan pentingnya pengelolaan seluruh aset daerah, baik barang bergerak maupun tidak bergerak. Saat ini, aset-aset Pemkab Ciamis tersebar luas di 27 kecamatan yang membutuhkan sistem pemantauan terpadu.

Keberadaan data yang terintegrasi dalam Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis akan memudahkan pemerintah daerah merancang program yang tepat sasaran. Informasi yang tersaji secara cepat akan sangat membantu saat Pemkab Ciamis membutuhkan lahan strategis.

- Advertisement -

Namun, Herdiat mengingatkan agar penginputan data ke dalam sistem dilakukan secara menyeluruh dan akurat. Ia menegaskan bahwa pendataan tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah agar informasi yang dihasilkan benar-benar valid.

Digitalisasi aset akan memberikan manfaat besar apabila seluruh potensi daerah berhasil terpetakan dengan optimal. Dengan demikian, tidak ada lagi lahan atau aset milik pemerintah yang terbengkalai tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tantangan Pengelolaan dan Sertifikasi Aset Daerah

Meski menyambut baik, Herdiat mengakui bahwa implementasi Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis bukanlah tugas yang ringan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah aset daerah yang tersebar hingga ke pelosok desa.

Selain jumlah yang besar, beberapa aset pemerintah daerah saat ini masih dikuasai oleh pihak masyarakat. Sementara itu, penataan dan pendataan aset di sektor pendidikan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus segera diselesaikan.

Oleh sebab itu, keberhasilan Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis sangat bergantung pada komitmen seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap instansi wajib memperbarui data secara berkala agar informasi yang tersedia tetap relevan dengan kondisi lapangan.

Selain masalah pendataan, Bupati Herdiat juga menginstruksikan percepatan proses sertifikasi atas seluruh tanah dan bangunan milik pemerintah daerah. Langkah legalitas ini dianggap sangat krusial demi memberikan kepastian hukum yang sah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hari ini memiliki tanggung jawab moral untuk tidak meninggalkan beban persoalan sengketa di masa mendatang. Oleh karena itu, perlindungan aset melalui sertifikat resmi harus menjadi prioritas utama.

“Kita tidak boleh mewariskan masalah terkait aset kepada generasi berikutnya. Karena itu, aset-aset pemerintah harus segera disertifikasi agar memiliki kepastian hukum dan terlindungi,” tegas Herdiat.

Mewujudkan Tata Kelola Berkelanjutan di Tatar Galuh

Pemanfaatan teknologi digital dipastikan akan membuat pengelolaan kekayaan daerah menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan transparan. Langkah ini juga menjadi bukti komitmen Pemkab Ciamis dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang modern.

Hadirnya Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas program kerja semata. Lebih dari itu, aplikasi ini harus menjadi instrumen utama dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik.

Pada akhir sambutannya, Bupati Herdiat kembali menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan inovasi yang telah diciptakan BPKD Ciamis. Ia berharap seluruh jajaran instansi dapat mengimplementasikan sistem ini secara konsisten.

Dengan integrasi data yang solid, aset daerah tidak hanya aman secara hukum, tetapi juga mampu memberikan daya dukung maksimal bagi sektor pangan. Implementasi Aplikasi Aset Penjaga Pangan Ciamis menjadi pijakan penting menuju Ciamis yang lebih sejahtera.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait