Cukup Hubungi 112, Si Manis Ambulans RSUD Ciamis Siap Jemput Pasien Darurat Tanpa Biaya

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – RSUD Ciamis terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat. Salah satu terobosan terbaru adalah Si Manis Ambulans (Sistem Informasi dan Manajemen Layanan Ambulans Gratis bagi Masyarakat Miskin), layanan ambulans gratis yang terintegrasi dengan Call Center 112 Kabupaten Ciamis.

Program tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi di Aula Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Rabu (29/7/2026). Pada tahap awal, layanan masih diprioritaskan untuk wilayah Kecamatan Ciamis sebagai proyek percontohan.

Si Manis Ambulans merupakan inovasi yang digagas Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ciamis, Rd. Aris Sukmayana, melalui Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026.

Aris mengatakan, program ini dirancang untuk memastikan masyarakat, khususnya warga kurang mampu, dapat memperoleh layanan ambulans secara cepat tanpa terbebani biaya transportasi saat menghadapi kondisi darurat.

- Advertisement -

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan secepat mungkin. Jangan sampai ada pasien yang terlambat dibawa ke rumah sakit hanya karena kesulitan mencari ambulans atau terkendala biaya,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat kini tidak perlu lagi menghubungi rumah sakit secara langsung ketika membutuhkan ambulans. Cukup menghubungi Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam. Petugas 112 akan menerima laporan, melakukan verifikasi awal, kemudian meneruskannya kepada tim ambulans RSUD Ciamis agar segera menuju lokasi.

“Dengan sistem ini, proses penanganan menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi,” jelas Aris.

Tak hanya mempercepat layanan, Si Manis Ambulans juga didukung sistem digital yang terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) serta Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

- Advertisement -

Melalui integrasi tersebut, calon penerima layanan akan diverifikasi berdasarkan data masyarakat kurang mampu, terutama yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5.

“Pemanfaatan teknologi ini membuat proses verifikasi menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” katanya.

Aris menjelaskan, alur pelayanan dimulai dari laporan masyarakat ke Call Center 112. Setelah laporan diverifikasi, tim ambulans RSUD Ciamis langsung melakukan evakuasi pasien menuju rumah sakit, kemudian dilanjutkan dengan proses administrasi dan pencatatan sebagai bagian dari sistem pelayanan.

Program ini juga mengusung prinsip “No Discrimination, Equal Access for Everyone”, yakni memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

Meski masih diterapkan di Kecamatan Ciamis, RSUD Ciamis akan melakukan evaluasi secara berkala. Apabila hasilnya dinilai efektif, cakupan layanan akan diperluas ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Ciamis.

Sementara itu, Camat Ciamis menyambut positif hadirnya inovasi tersebut. Menurutnya, layanan ambulans gratis yang terintegrasi dengan Call Center 112 akan sangat membantu masyarakat dalam situasi darurat.

“Kami mengapresiasi inovasi dari RSUD Ciamis ini. Kehadiran Si Manis Ambulans memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan medis dengan lebih cepat. Semoga program ini berjalan optimal dan ke depan dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga,” katanya.

Melalui Si Manis Ambulans, RSUD Ciamis berharap pelayanan kegawatdaruratan menjadi semakin cepat, mudah diakses, dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pertolongan medis secara mendesak. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Dari Mess Pemda ke Hotel Singacala, Strategi Baru Pemkab Ciamis Genjot Pendapatan Daerah

Pemerintah Kabupaten Ciamis telah mengubah Mess Pemda menjadi Hotel Singacala Ciamis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di tengah defisit fiskal. Bupati Herdiat Sunarya menekankan pentingnya pengelolaan profesional dan berorientasi pada pendapatan. Hotel ini memiliki 22 kamar dengan tarif terjangkau, diharapkan dapat menarik tamu serta memberikan manfaat bagi daerah.

Artikel Terkait