CIAMIS, galuh.id – Siapa sangka logo resmi Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis Tahun 2026 lahir dari tangan seorang pemuda desa yang belajar desain grafis secara otodidak hanya melalui telepon genggam.
Ia adalah Kasim, pemuda asal Desa Karyamukti, Kabupaten Ciamis, yang kini masih menempuh pendidikan kesetaraan di PKBM Daarusshowaab.
Di tengah berbagai keterbatasan, Kasim berhasil mengharumkan nama daerah dengan menjadi pemenang Sayembara Logo Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis melalui karya bertajuk “Guyub Ngawangun Galuh”.
Perjalanan menuju pencapaian itu tidaklah mudah. Lahir dari lingkungan sederhana, Kasim hanya menempuh pendidikan formal hingga tingkat SMP. Namun kondisi tersebut tak pernah mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan berkembang.
Saat ini, ia melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal sambil bekerja serta mengasah kemampuan desain grafis yang dipelajarinya secara mandiri.
“Sejak kecil saya belajar menghadapi keadaan. Keterbatasan membuat saya harus mencari cara untuk terus berkembang. Dunia desain saya kenal secara otodidak hanya melalui ponsel dan internet,” ujar Kasim.
Berawal dari rasa penasaran terhadap dunia visual, Kasim mulai mempelajari berbagai teknik desain melalui video pembelajaran dan referensi digital.
Sedikit demi sedikit, kemampuannya terus berkembang hingga desain tak lagi menjadi sekadar hobi, melainkan ruang untuk membuktikan bahwa anak desa juga mampu berkarya dan berprestasi.
Kesempatan itu datang ketika Pemerintah Kabupaten Ciamis membuka Sayembara Logo Hari Jadi ke-384. Meski tanpa latar belakang pendidikan desain dan tanpa perangkat profesional, Kasim memberanikan diri mengirimkan karyanya.
Tak disangka, desain yang dibuatnya berhasil menarik perhatian dewan juri hingga masuk tiga besar terbaik. Ia kemudian diminta mempresentasikan filosofi logo di hadapan tim penilai serta menyempurnakan sejumlah revisi dalam waktu yang terbatas.
“Persiapannya sekitar lima hari. Setelah masuk tiga besar saya diminta mempresentasikan filosofi logo. Setelah itu ada beberapa masukan dari juri yang harus disempurnakan. Bahkan malam terakhir sebelum batas pengumpulan revisi, saya mengerjakannya sampai pagi hari,” tuturnya.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Karya Kasim resmi ditetapkan sebagai logo Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis.
Mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh”, logo tersebut sarat makna kebersamaan dalam membangun daerah. Elemen pita yang saling terhubung melambangkan semangat gotong royong dan persatuan masyarakat Ciamis.
Bentuk angka delapan menyerupai simbol tak terhingga menjadi representasi kesinambungan pembangunan yang terus berjalan dari masa ke masa. Sementara siluet Gunung Sawal mempertegas identitas alam Kabupaten Ciamis.
Adapun angka empat yang dibuat dinamis mencerminkan optimisme, kemajuan, dan semangat adaptif masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
Di bagian tengah logo, terdapat simbol Cakra Galuh Kencana Rahayu yang merepresentasikan sejarah, budaya, serta nilai luhur Tatar Galuh sebagai identitas Kabupaten Ciamis.
Bagi Kasim, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi maupun pendidikan nonformal bukan penghalang untuk menghasilkan karya terbaik.
“Misi saya sederhana, ingin memberikan karya terbaik untuk Kabupaten Ciamis dan menguji kemampuan yang selama ini saya pelajari sendiri. Saya juga ingin membuktikan bahwa anak desa dengan segala keterbatasannya tetap bisa bersaing dan memberikan kontribusi untuk daerah,” katanya.
Ia berharap pencapaian ini menjadi awal perjalanan yang lebih besar di dunia kreatif.
“Saya berharap ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus belajar dan berkembang. Semoga ke depan ada kesempatan yang lebih luas untuk berkarya sehingga ilmu yang saya miliki bisa semakin bermanfaat,” ujarnya.
Kisah Kasim menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang lengkap. Dari sebuah desa di Ciamis, melalui ketekunan belajar mandiri dan semangat pantang menyerah, seorang pelajar PKBM berhasil menciptakan karya yang kini menjadi simbol resmi Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis.
Sebuah pengingat bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari mana saja, bahkan dari bangku pendidikan kesetaraan dan layar sebuah telepon genggam. (GaluhID/Tegar)
