Ciamis Juara Grup Zona Priangan Timur Usai Tahan Imbang Garut 1-1

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Tim sepak bola Kabupaten Ciamis memastikan diri keluar sebagai juara Grup Zona Priangan Timur dalam babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Kepastian itu diraih setelah Laskar Galuh muda bermain imbang 1-1 melawan Kabupaten Garut di Stadion Galuh, Sabtu (13/9/2025).

Sejak menit awal, kedua tim tampil terbuka. Garut yang wajib menang tampil agresif dengan serangan cepat, namun pertahanan Ciamis tetap disiplin.

Gol pertama lahir di menit ke-29 melalui sepakan mendatar M Ghozzy Al Ghifary yang membawa Garut unggul 1-0.

- Advertisement -

Tak butuh lama, Ciamis langsung merespons. Empat menit berselang, Ghani Fatir melakukan aksi individu gemilang sebelum menyarangkan bola ke gawang lawan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, jual beli serangan terus terjadi. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk dari Nazril dan Ghani Fatir, namun gagal berbuah gol.

Garut sempat mengancam di menit akhir, tetapi tendangan keras pemainnya melambung di atas mistar. Hingga peluit panjang, skor tetap 1-1.

Tambahan satu poin sudah cukup bagi Ciamis untuk mengokohkan posisi puncak klasemen dengan koleksi 13 poin dari lima pertandingan (empat kali menang, satu kali imbang).

- Advertisement -

Mereka unggul atas Kabupaten Tasikmalaya yang finish di posisi kedua dengan 9 poin. Sementara Garut harus puas di peringkat ketiga dengan 7 poin.

Hasil ini menegaskan dominasi Ciamis sepanjang fase kualifikasi, dengan produktivitas 16 gol dan hanya kebobolan lima kali.

Ciamis bersama Tasikmalaya resmi menjadi dua wakil zona Priangan Timur yang melaju ke putaran utama Porprov XV Jawa Barat 2026. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Polres Ciamis Amankan Empat Terduga Pemerasan Berkedok Wartawan

Unit Tipikor Polres Ciamis mengamankan empat orang yang mengaku wartawan terkait dugaan pemerasan dan pengancaman kepada instansi di Kabupaten Ciamis. Mereka meminta uang agar tidak memberitakan temuan di instansi tersebut. Polisi menyita barang bukti dan tengah menyelidiki kemungkinan korban lain, menekankan pentingnya masyarakat melapor jika mengalami pemerasan.

Artikel Terkait