Jumat, 25 Juni 2021
Jumat, 25 Juni 2021
BJB

Ciamis Waspada Kekeringan, BPBD Imbau Masyarakat Hemat Air

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Ciamis waspada kekeringan, sehingga masyarakat harus menghemat penggunaan air. Hal tersebut, disampaikan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Ciamis.

“Untuk menghadapi musim kemarau, kami imbau masyarakat untuk menghemat air,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Dadang Darmawan. Selasa (11/8/2020).

Dia menuturkan, masyarakat juga harus waspada akan kebakaran hutan atau lahan. Selain kebutuhan akan air bersih di musim kemarau ini.

Ciamis Waspada Kekeringan, Ini Jumlah Daerah Terdampak di Tahun 2019

Berdasarkan data BPBD di 2019, daerah terdampak dan warga yang mengalami kesulitan air bersih hampir meliputi seluruh Kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Tercatat daerah terdampak dan warganya yang mengalami kesulitan air bersih terdapat di 91 desa, 223 dusun yang tersebar di 23 Kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Menyikapi hal tersebut, BPBD Ciamis telah memetakan untuk mengatasi wilayah yang terdampak kekeringan.

“Untuk mengantisipasinya, kami mulai melakukan pemetaan. Mudah-mudahan langkah ini di tahun 2020 tidak separah tahun lalu,” ungkap Dadang.

Dia melanjutkan, sementara itu, pihaknya masih menunggu dari Pemerintah Daerah Provinsi. Mengenai tentang bagaimana mekanisme penanganan kekeringan dijalankan.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD, dari jumlah daerah yang telah tercatat, terdapat 12 titik yang diwaspadai rawan kekeringan. Wilayah tersebut didominasi di Selatan Ciamis. Di antaranya seperti Pamarican, Banjarsari dan Banjaranyar.

Dalam penanganan daerah yang terdampak, BPBD sendiri telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 428 tangki atau sekitar 2 juta liter. Data tersebut diambil dari tahun 2019.

Saat Ini Baru Satu Desa di Pamarican Ciamis yang Melapor

Memasuki musim kemarau saat ini, 1 laporan dari Desa di Pamarican, Ciamis sudah dikonfirmasi BPBD.

Pihak BPBD sendiri langsung menangani laporan tersebut. Dengan mendistribusikan air sebanyak 1 tangki atau 3.500 liter.

“Pendistribusian baru dilakukan satu kali, saat kemarin, di desa yang terdampak kekeringan,” kata Dadang.

Dalam penyaluran air bersih, BPBD akan menyalurkan bantuan ke desa terdampak setelah desa tersebut memberikan laporan.

Selain itu, BPBD juga akan melakukan beragam upaya pencegahan seperti monitoring ke beberapa daerah lainnya. (GaluhID/Maulana)

 
 
Loading...

Artikel Lainnya

Temukan Kami

47,551FansSuka
256PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan