Sabtu, 17 April 2021
Sabtu, 17 April 2021
BJB

Curug Gumawang Banjaranyar, Potensi Wisata Alam Baru di Ciamis

Berita Ciamis, galuh.id – Curug Gumawang Banjaranyar, bisa jadi potensi alam baru di Kabupaten Ciamis. Namun wisata alam air terjun di Ciamis ini masih perlu sentuhan, meskipun sudah mulai dikembangkan secara swadaya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis, Endang Haris mengapresiasi kerja keras masyarakat Banjaranyar yang terus mengembangkan serta mempercantik destinasi wisata alam ini meski dengan cara swadaya.

“Di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar ini mempunyai tempat wisata yang menjanjikan yaitu Kampung Madu dan curug Gumawang,” ujar Endang kepada Galuh ID di lokasi Curug Gumawang, Kamis (9/7/2020) lalu.

Baca Juga: Potensi Wisata Kecamatan Banjaranyar Ciamis, Dari Kampung Madu Sampai Air Terjun

Selanjutnya dia menyarankan kepada pengelola agar secepatnya membentuk Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis.

“Saya sarankan pengelola supaya membentuk Pokdarwis. Tujuannya untuk menjembatani pihak Pemerintahan dan pihak Swasta. Karena Pokdarwis itu langkahnya atau akselerasinya sangat leluasa,” ucapnya.

Pengunjung Curug Gumawang Banjaranyar Patuhi Protokol Kesehatan

Dia menuturkan, pada umumnya wisatawan yang datang ke Curug Gumawang ini  baru wisatawan lokal saja. Untuk masuknya juga tidak dikenakan biaya, hanya mengisi kencleng sawilasana atau seikhlasnya.

“Wisatawan yang datang ke curug Gumawang tidak dikenakan biaya hanya mengisi kencleng sewilasanya,” katanya.

Selain itu, kata Endang, karena masih di masa pandemi Covid-19, pengunjung yang datang mesti mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan memakai masker. Selain wisatawan diwajibkan mentaati protokol kesehatan, pengelola juga mesti menyediakan tempat cuci tangan dan masker.

“Pengelola juga mesti menyediakan tempat cuci tangan dan mempasilitasi yang lainnya, seperti masker,” kata Endang.

Sementara Camat Banjaranyar, Dedi Iwa, mengatakan, Curug Gumawang merupakan potensi wisata alam yang perlu dikembangkan.

“Karena memang potensinya sudah kelihatan. Hanya mungkin perlu sentuhan-sentuhan yang lain termasuk dari BP2D,” katanya.

Untuk mengembangkan potensi alam ini, lanjut Dedi, perlu ada sentuhan dari pihak lain seperti dari pegiat pecinta alam serta media publikasi agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, bukan hanya dikenal masyarakat lokal.

“Karena memang tidak bisa berjalan sendiri, makanya perlu kerjasama dengan pihak lain,” tutupnya. (GaluhID/Uus)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,730FansSuka
242PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya