Minggu, 1 Agustus 2021
Minggu, 1 Agustus 2021
BJB

Diimbau Physical Distancing, Tingkat Kehamilan di Ciamis Menurun

Berita Ciamis, galuh.id – Berbeda dengan kota-kota lain yang tingkat kehamilannya naik, tingkat kehamilan di Kabupaten Ciamis justru turun saat Pandemi Covid-19.

Penurunan tingkat kehamilan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Dr. Endang Supriatna, M.Si.

“Di Ciamis itu berbeda dengan kabupaten/kota yang lainnya yang mengalami kenaikan, sedangkan Ciamis mengalami penurunan,” jelas Endang, Jum’at (8/5/2020).

Seperti diketahui bersama salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) salah satunya dengan physical distancing.

Physical distancing tersebut bisa diterjemahkan dengan jaga jarak atau jaga jarak aman untuk mengantisipasi tertularnya virus Corona (Covid-19).

Physical distancing juga berlaku pada lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Apakah penurunan angka kehamilan di Ciamis tersebut erat kaitannya dengan physical distancing atau tidak?

Menurut Endang penurunan jumlah angka kehamilan bisa karena berbagai faktor meskipun untuk kabupaten/kota tetangga naik.

Physical distancing, diduga jadi salah penyebab menurunnya tingkat kehamilan di Ciamis. Karena kekhawatiran terpapar virus Corona, maka pasangan jaga jarak meskipun nampak sehat tanpa gejala.

Terlebih jika terdapat suami atau istri yang baru pulang dari zona merah sehingga harus isolasi mandiri, pasangannya khawatir terpapar.

“Penurunan angka kehamilan ini berbagai factor, diperkirakan pengaruh physical distancing, program KB berhasil atau banyak yang tidak mudik,” jelas Endang.

Endang menambahkan penurunan angka kehamilan hanya sekian persen setiap bulannya, tidak terlalu drastis.

“Pada bulan Februari angka kehamilan 1.885 dan pada bulan Maret 1.735 sehingga nampak jelas penurunan angka kehamilannya,” jelas Endang.

Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan Jawa Barat siaga satu virus Corona, dan diikuti oleh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Sehingga physical distancing pun mulai diterapkan, termasuk di Kabupaten Ciamis sesuai dengan Surat Edaran Bupati tentang Antisipasi Penyebaran Virus Corona.

Selain jumlah kehamilan yang menurun, Angka Kematian Ibu (AKI) pun turut menurun drastis yaitu tri wulan pertama hanya terdapat 3 kasus.

Sedangkan untuk Angka Kematian Bayi (AKB) baru lahir pada bulan Januari 11 kasus, kemudian menurun pada bulan Februari 5 kasus.

Untuk bulan Maret, Angka Kematian Bayi baru lahir 6 kasus, jelas terdapat penurunan jika dilihat dari bulan Januari.

Kemudian untuk angka kematian bayi usia 1 bulan-11 bulan pada Januari 3 kasus, Februari 3 kasus dan Maret 0 kasus.

“Untuk kasus kematian bayi ini merupakan kehendak Illahi, sebenarnya kita tidak berharap terjadi kasus kematian bayi,” pungkas Endang. (GaluhID/Ardiansyah)

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan