Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Gerakan Magrib Mengaji di Pangandaran: Hidupkan Masjid, Matikan HP dan TV Saat Magrib

Pangandaran, galuh. id – Gerakan Magrib Mengaji di Pangandaran harus disinergikan dengan Hansip, RT dan RW sebagai penggeraknya. Selain itu, juga harus diimbangi dengan mematikan HP dan TV waktu Magrib sampai Isya supaya masjid hidup. Demikian dikatakan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Cecep Nur Hidayat, S.Pdi, Kamis (1/11/2019).

Menurut Cecep, realisasi Gerakan Magrib Mengaji yang digulirkan Gubernur Jawa Barat di Pangandaran harus berjalan efektif. Caranya jangan hanya para ustad dan pengelola pendidikan agama yang dijadikan sasaran gerakan. Tapi dukungan sosial dan aparatur pemerintah juga harus terlihat nyata.

“Program Pangandaran Mengaji sebaiknya bukan sebatas intruksi kepada masyarakat saja, tapi juga mencakup para pejabat pemerintah dan anggoya legislatif minimal setiap hari tiap Jumat pagi. Ingat gerakan mengaji ini salah satu pendidikan karakter bangsa, ” ujar Cecep.

Dikatakan Cecep, Kabupaten Pangandaran sebagai tujuan wisata kelas dunia, perlu ada benteng pembangunan mental masyarakat Pangandaran. Dengan Program Pangandaran Mengaji dan AMS (Ajengan Masuk Sekolah) dari Bupati Jeje yang sudah berjalan 5 tahun, diharapkan karakter masyarakat terbangun. Mental mereka juga lebih arif dan agamis, sehingga kegiatan-kegiatan agama begitu banyak di Pangandaran.

“Tap feed back yang saya teliti masih ada anak-anak usia SD, SMP dan SMA yang masih enggan masuk madrasah diniyah atau mengaji malamnya. Ini dikarenakan masih kurang maksimalnya sosialisasi program tersebut dari pihak Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama ke sekolah- sekolah. Seharusnya mereka mewajibkan mengaji di Madrasah Diniyah,” kata Cecep.

Menurut Cecep, para guru diniyah juga mengharapkan ada legalitas khusus untuk penyadaran diri para siswa SD, SMP dan SMA ,salah satunya legalitas ijazah diniyah agar segera dibuatkan Perbup untuk menjadi salah satu syarat masuk SMP/Mts, SMA/MA.

“Saya usul agar pihak kantor desa menggerakkan Hansip, RT,RW menjadi garda terdepan program ini. Apalagi kalau menjadi aturan di desa wajib mematikan HP dan TV selama waktu Magrib sampai Isya sungguh luar biasa,” kata Cecep. (galuh.id/Maisyara)

Redaksi GaluhID
Galuh.ID terbangun dari tidur yang panjang soal keberadaan berita hoax yang semakin hari semakin meresahkan.
Loading...
loading...

Artikel Terkait

Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota DPR RI Bagikan Sembako di Ciamis dan Pangandaran

Berita Ciamis, galuh.id - Didi Irawadi Syamsuddin, Anggota Dewan DPR RI Fraksi Partai Demokrat dapil Jabar X berikan bantuan sembako di Kabupaten...

Gubernur Jabar Minta Warga Pangandaran Tetap Waspada Covid-19

Berita Pangandaran, galuh.id - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau warga Pangandaran tetap waspada terhadap potensi...

Teras Kaca Pantai Karapyak, Sensasi Baru Wisata Pangandaran

Berita Pangandaran, galuh.id - Pantai merupakan salahsatu pilihan utama liburan keluarga. Pengunjung biasanya menjadikan pantai sebagai wahana tempat bermain pasir, berenang, dan...

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.