Hanya Satu Pemain Keturunan dari 4 Permintaan Shin Tae-yong yang Tak Perlu Dinaturalisasi, Ini Dia!

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Olahraga, galuh.id – Hanya satu pemain keturunan dari 4 permintaan Shin Tae-yong yang tidak melalui proses naturalisasi.

Pelatih kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Shin Tae-yong pernah mengatakan keempat pemain berdarah Indonesia tersebut tidak perlu dinaturalisasi.

Dikutip dari Kumparan, Shin menyampaikan hal tersebut saat memimpin latihan Timnas Indonesia di Lapangan ABC Senayan Jakarat beberapa waktu lalu.

“Pemain-pemain yang diusulkan tidak perlu dinaturalisasi karena memiliki darah Indonesia, mereka bisa memperkuat Timnas Indonesia,” jelas Shin Tae-yong.

- Advertisement -

Namun kenyataannya itu tidak sepenuhnya benar, hanya satu pemain dari empat pemain yang diusulkan yang tidak melalui proses naturalisasi.

Sebelumnya pelatih yang juga mantan pemain tim nasional Korea merekomendasikan keempat pemain berdarah Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Keempat pemain yang diusulkan pelatih Shin Tae-yong tersebut adalah, Jordi Amat, Kevin Diks, Sandy Walsh, dan juga Mees Hilgers.

Namun ternyata hanya satu pemain yaitu Mees Hilgers yang memiliki peluang untuk memperkuat Timnas Indonesia tanpa proses naturalisasi.

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. Saya selalu jantungan setiap menonton timnas. Kalah postur dan tenaga menjadi biang kerok. PSSI cepat ambil ke 4 pemain keturunan yang diajukan oleh STY. Sudah lelah meihat kalah terus. Jika ada 4 orang lagi pemain keturunan, aman itu gawang. Jangan gengsi dan fanatik. Kasi kesempatan pemain keturunan untuk mengabdi kepada tanah leluhur moyangnya di Indonesia ????

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Imbas Surat Edaran Pusat, Program MBG Ciamis Dihentikan Sementara 18 Hari ke Depan

Program Makan Bergizi (MBG) di Ciamis dihentikan sementara selama libur sekolah, berlaku bagi anak sekolah dan penerima kategori B3. Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Badan Gizi Nasional. Penghentian berlangsung 18 hari, dimulai 22 Juni 2026, dengan sosialisasi yang baik agar masyarakat memahami situasi ini.

Artikel Terkait