Jembatan Cikaleho Ditutup, BPBD Ciamis Imbau Warga Cari Jalur Alternatif

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis menetapkan penutupan total Jembatan Cikaleho yang berada di Jalan Nasional Ciamis–Cirebon.

Tepatnya di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, setelah terjadi longsor yang membahayakan struktur jembatan dan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Sehingga mengakibatkan kerusakan pada struktur utama jembatan pelengkung atau rangka Cikaleho serta sebagian badan jalan di KM BDG 133.020.

- Advertisement -

“Struktur utama jembatan mengalami kerusakan cukup serius dengan robohnya bagian rangka sepanjang kurang lebih tiga meter dan longsornya badan jalan sekitar lima meter,” ujar Ani, Senin (24/11/2025).

“Kondisi ini sangat membahayakan jika tetap dilalui kendaraan, terutama yang bermuatan berat, sehingga diputuskan untuk tutup total,” sambungnya.

Ia menjelaskan, longsor terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB dan hingga update terakhir, tidak terdapat korban jiwa.

Namun demikian, ancaman longsor susulan masih berpotensi terjadi akibat kontur tanah yang labil dan beban lalu lintas di jalur tersebut.

- Advertisement -

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Ciamis telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat, melaksanakan kaji cepat di lokasi kejadian, serta memasang rambu peringatan dan garis pembatas (police line).

Selain itu, pengalihan arus lalu lintas dilakukan bersama pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait lainnya menuju jalur alternatif.

“Untuk sementara, masyarakat dan pengguna jalan kami imbau agar menggunakan jalur alternatif melalui wilayah Hayawang – Rajadesa – Rancah – Winduraja – Panjalu – Panumbangan, demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Ani juga menyampaikan bahwa BPBD bersama instansi terkait tengah mempersiapkan pemasangan jembatan darurat jenis Bailey sebagai solusi sementara.

Proses pengerjaannya perkiraan membutuhkan waktu sekitar tiga hari, sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait termasuk rekomendasi kepada Kementerian PUPR.

BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari lokasi terdampak. Serta segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan di sekitar wilayah tersebut. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Respons Cepat Damkar Cegah Kebakaran di Pasar Banjarsari

Ciamis, galuh.id - Kebakaran yang nyaris melanda Pasar Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Minggu (24/05/2026), berhasil dicegah berkat gerak cepat petugas...

Artikel Terkait