Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Juara Liga 2 & Promosi ke Liga 1, Cerita Persik Kediri Bak Cinderella

Info Liga 2, galuh.id – Publik sepak bola Indonesia dibuat tersentak oleh keberhasilan Persik Kediri menjuarai Liga 2 musim 2019. Tim yang musim lalu berkompetisi di Liga 3 nyatanya mampu jadi raja dalam kompetisi kasta kedua Liga Sepakbola Indonesia.

Persik Kediri yang berlabel klub promosi mampu menundukkan klub-klub besar yang sebelumnya diprediksi akan dengan mudah menjuarai Liga 2. Tak pelak Persik Kediri bak sebuah kisah Cinderella di sepak bola.

Padahal Persik Kediri adalah salah satu klub lama di Jawa Timur dan didirikan pada 19 Mei 1950, dengan menggenggam 2 trophy Liga Indonesia kasta tertinggi di musim 2003 dan 2016. Itulah masa jayanya klub berjulukan Macan Putih itu.

Namun, tak ada yang menyangka, tim yang pada musim 2018 berjuang hingga menjadi kampiun di liga kasta ketiga Liga Indonesia, kemudian mendapatkan tiket promosi ke Liga 2 musim 2019 kemudian menjadi kampiun.

Kisah ini bak cerita dongeng yang membuktikan usaha keras bisa mengalahkan segalanya. Kisah yang tentunya akan dikenang kembali dalam sejarah sepakbola Kota Kediri dan Indonesia.

Memasuki musim 2019, klub yang dilatih oleh Budiarjo Thalib ini pun memilih target ringan bagi timnya. Yaitu, bertahan di Liga 2. Di manapun peringkatnya pada klasemen akhir tak masalah, asalkan Persik Kediri tak kembali ke kasta kedua, alias Liga 3.

“Tim ini mulai awal kompetisi dianggap remeh dan dipandang sebelah mata. Namun pemain akhirnya bisa membuktikan. Di beberapa pertandingan, kami kerap dirugikan namun kami berusaha menghadapinya,” ujar pelatih asal Makasar ini.

Mantan asisten pelatih Robert Alberts di PSM 2016 ini mengaku punya beban berat saat masuk ke Persik, ia dipilh manajemen untuk melatih Faris Aditama dkk hanya satu pekan sebelum sepak mula Liga 2 dimulai, mengganti pelatih sebelumnya, Nazal Mustofa.

“Apalagi hasil pramusim Persik juga tidaklah terlalu bagus. Sementara tuntutan suporter sangat tinggi terhadap klub ini. Tapi, saya tak mau terpengaruh dengan isu-isu miring itu. Yang penting saya terus bekerja dan bekerja,” ujarnya.

Pasalnya, publik sepakbola Kediri, terutama kelompok suporter Persikmania, sempat meragukan kapasitas Budihardjo Thalib untuk menakhodai tim di Liga 2.

“Ketika saya datang ke Kediri, saya mengetahui dan membaca komentar di medsos yang meragukan kredibilitas saya sebagai pelatih. Tapi, semua hal itu sebagai motivasi. Saya sudah lama jadi pelatih, jadi saya punya mental baja,” tutur Budihardjo Thalib. (GaluhID/Dhi)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Klub Liga 2 2020 Menjerit Soal Subsidi, PT LIB Berikan Jawaban

Info Liga 2, galuh.id - Efek pandemi virus Corona sudah memberikan dampak besar buat sepakbola Indonesia. Terutama bagi klub peserta Liga 1...

Liga 2 2020 Dilanjutkan, Tiga klub Promosi Beri Respon

Info Liga 2, galuh.id - Kompetisi Liga 2 2020 dilanjutkan. Rencana tersebut akan segera digulirkan kembali Oktober mendatang setelah sempat dihentikan sementara...

PSSI Akan Terbitkan SK Liga 1, 2 dan 3, Seperti Apa Isinya?

Berita Olahraga, galuh.id - PSSI akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai kelanjutan Liga 1, 2 dan 3 musim 2020.

Temukan Kami

49,357FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.