Galuh ID – Kaki yang tiba-tiba tampak bengkak meski tidak terasa sakit sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai. Pembengkakan tanpa rasa nyeri dikenal sebagai edema, yaitu penumpukan cairan di jaringan tubuh, terutama di area kaki dan pergelangan.
Salah satu penyebab paling umum adalah retensi cairan, yang sering terjadi akibat terlalu lama berdiri, duduk, atau faktor kehamilan. Namun, jika pembengkakan berlangsung lama atau terjadi secara terus-menerus, bisa jadi itu pertanda kondisi medis tertentu.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Bandung Kab (pafibandungkab.org) mengungkap beberapa kemungkinan penyebab kaki bengkak tanpa rasa sakit meliputi:
- Masalah pada pembuluh darah vena
Gangguan seperti varises atau insufisiensi vena kronis dapat menyebabkan cairan menumpuk di kaki akibat aliran darah yang tidak lancar. - Penyakit jantung
Gagal jantung kongestif bisa menyebabkan pembengkakan di kaki karena jantung tidak mampu memompa darah secara optimal, sehingga cairan tertahan di bagian bawah tubuh. - Gangguan ginjal atau hati
Fungsi ginjal atau hati yang menurun dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan protein dalam tubuh, memicu pembengkakan di kaki. - Efek samping obat
Obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah tinggi, steroid, atau antiinflamasi, bisa menyebabkan penumpukan cairan sebagai efek samping.
Baca Juga: Kenali Ciri Ginjal Bengkak, Jangan Abaikan!
Jika kaki bengkak berlangsung lebih dari dua hari tanpa alasan jelas, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, kaki bengkak bisa menjadi sinyal awal dari kondisi serius. Mengenali sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat akan mencegah komplikasi yang lebih berat. (GaluhID)
