Banjar, galuh.id – Kue Caketra salah satu kuliner tradisional dan legendaris mampu menembus pasar pulau Jawa serta menghidupkan perekonomian Kota Banjar.
Dalam arus deras modernisasi industri makanan, sebuah usaha rumahan di Lingkungan Bojong, Kelurahan Situbatu, Kota Banjar, menjadi oase nostalgia kuliner yang memikat hati.
Makanan itu adalah Caketra, kue kering legendaris yang menjadi ikon rasa tradisional sejak berdiri pada tahun 1990. Dengan aroma khas dan tekstur sempurnanya.
Kesuksesan Caketra tidak terlepas dari tangan dingin Dudung (58), sosok visioner yang berkomitmen menjaga resep warisan turun-temurun.
Hingga kini, seluruh proses produksi, mulai dari pencetakan hingga pengeringan, di lakukan secara manual menggunakan oven tradisional.
“Kami tetap mempertahankan cara manual agar rasa dan tekstur khas Caketra tidak berubah,” ujar Dudung, di rumah produksinya, Kamis (24/4/2025).
Dengan banderol harga ekonomis Rp 10.000 per bungkus (450 gram), Caketra tidak hanya bersaing dengan produk industri besar. Tetapi juga telah menembus pasar Pulau Jawa.
“Kue ini menjadi favorit di berbagai kota, seperti Purbalingga, Cilacap, Solo, Semarang, hingga Surabaya,” ucapnya.
Lebih dari sekadar kudapan, Caketra adalah penggerak ekonomi bagi masyarakat Situbatu. Banyak warga terlibat dalam proses produksi.
Mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan, memberikan dampak ekonomi positif yang terasa langsung oleh komunitas sekitar.
“Saya ingin Caketra tidak hanya membawa kebanggaan, tapi juga manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar,” kata Dudung.
Meski kompetisi semakin sengit, Dudung optimis bahwa keunikan produknya mampu bertahan dan terus berkembang.
Dengan mengusung nilai konsistensi dan pemberdayaan, Caketra adalah bukti nyata bahwa usaha kecil dan menengah mampu memberi dampak besar bagi masyarakat.
Produksi Caketra bukan sekadar bisnis, melainkan upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal. Dengan semangat ini, Dudung memiliki impian membawa Caketra menembus pasar nasional, bahkan internasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal seperti kue Caketra bisa dicintai lintas daerah dan menjadi bagian dari cerita sukses UMKM Indonesia,” tutupnya. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
