Jumat, April 19, 2024

Liga 1 Ditunda, Presiden Persebaya Sebut Semua Pihak Tertekan

Baca Juga
- Advertisement -

Galuh.id– Azrul Ananda selaku Presiden Persebaya Surabaya angkat bicara mengenai penundaan sementara Liga 1 2023/2024.

Penundaan tersebut lantas menyebabkan tekanan bagi semua pihak, tak hanya pada Shin Tae-yong (STY) selaku pelatih Timnas Indonesia U-23.

Liga 1 seharusnya memasuki pekan ke-31 pada awal 1 April 2024.

- Advertisement -

Namun, demi kepentingan Timnas U-23 Indonesia, PSSI dan PT LIB memutuskan untuk menunda kompetisi hingga turnamen U-23 tersebut berakhir.

Garuda Muda akan menjalani pemusatan latihan mulai 1 April, sementara Piala Asia U-23 2024 akan mulai pada 15 April 2024.

Komentar Presiden Persebaya Setelah Keputusan Liga 1 Ditunda

Meskipun ajang ini tidak termasuk dalam agenda FIFA dan klub memiliki hak untuk tidak melepaskan pemainnya, Azrul Ananda menilai kondisi sepak bola Indonesia saat ini kurang menguntungkan.

Posisi Shin Tae-yong, klub, dan PSSI memiliki tujuan khusus, artinya semua pihak ingin sepak bola Indonesia meraih prestasi dan memberikan kebanggaan.

“Keberhasilan tim nasional sepak bola Indonesia bukanlah keadaan darurat nasional, tetapi mungkin masih bisa dianggap sebagai kepentingan nasional,”ungkap Azrul dikutip dari laman Persebaya.

Semua pihak pun merasa tertekan karena beban besar, namun bukan hanya Shin Tae-yong yang mengalami. 

Shin Tae-yong akan menerima tawaran kontrak baru jika membawa skuad Garuda Muda meraih hasil yang memuaskan di Piala Asia U-23.

Di sisi lain, klub-klub Liga 1 sedang berjuang memperebutkan tiket ke babak Championship Series dan menghindari zona degradasi yang masih membayangi.

Semua peserta kompetisi ingin mempertahankan pemainnya agar bisa memberikan kontribusi maksimal.

Azrul melihat bahwa kondisi saat ini merupakan ujian krusial bagi sepak bola Indonesia. 

Baca juga: Penundaan Liga 1 Demi Timnas Indonesia U-23, PSSI Buka Suara

Pihak-pihak yang berwenang dalam mengambil keputusan harus lebih bijak dalam menghadapinya.

Mengingat dampak besar yang akan terjadi dari masalah ini terhadap ekosistem sepak bola tanah air.

“Dari level tertinggi, semua yang terlibat di dalamnya, hingga masyarakat, harus mampu merespons dengan bijak,” pungkas Azrul. (GauhID/Dianti)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
 
 
Berita Terbaru

Asosiasi Guru Honorer Jabar Tuntut Formasi ASN Guru Bahasa Sunda

Berita Jabar, galuh.id - Asosiasi guru honorer Provinsi Jawa Barat (Jabar) menuntut kebijakan terkait formasi ASN untuk guru Bahasa...

Artikel Terkait