Banjar, galuh.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar terus berupaya menciptakan sistem pendidikan madrasah yang lebih sederhana, bermakna, dan berkarakter.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, beromitmen untuk merealisasikan arahan Gubernur Jawa Barat dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Berbagai kebijakan strategis telah dirumuskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Kota Banjar. Berikut poin-poin inovatif tersebut:
1. Perpisahan dan Wisuda Berkesan, Tanpa Kemewahan
Kemenag mengimbau madrasah untuk menggelar acara perpisahan dan wisuda yang sederhana, menekankan rasa syukur dan kebersamaan.
Harapan, acara ini bebas dari unsur pamer dan biaya berlebihan, sehingga fokus utama tetap pada makna dan kebahagiaan.
2. Study Tour Berbasis Edukasi
Program study tour di madrasah harus relevan dengan peningkatan ilmu pengetahuan, budaya, dan penguatan karakter. Wisata tanpa nilai pendidikan akan dihentikan demi menjaga fokus kegiatan pada aspek pembelajaran.
3. Membersihkan Praktik Jual Beli di Madrasah
Integritas lingkungan pendidikan menjadi prioritas. Segala bentuk praktik jual beli yang melibatkan siswa akan dilarang, sehingga madrasah bisa lebih fokus pada pembentukan karakter dan pendidikan moral.
4. Pengawasan Kegiatan untuk Penguatan Karakter
Semua kegiatan madrasah harus mendukung visi penguatan karakter bangsa. Setiap program wajib mendapatkan izin resmi dan pengawasan agar sesuai dengan tujuan pendidikan.
Langkah Menuju Madrasah Berkarakter dan Membumi
5. Transparansi dalam Pengumuman Kelulusan
Proses pengumuman kelulusan melalui media resmi madrasah atau surat ke rumah siswa. Hal ini bertujuan untuk menjaga transparansi dan kesederhanaan dalam setiap proses pendidikan.
6. Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Kesetaraan akses pendidikan menjadi landasan penting. Madrasah harus memastikan setiap siswa, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu.
7. Mengasah Minat dan Karakter Sejak Dini
Mengarahkan madrasah untuk membantu siswa menemukan bakat dan minat mereka sejak dini, sembari menanamkan nilai moral dan karakter yang kuat untuk bekal masa depan.
8. Transportasi Aman, Hidup Sehat
Budaya jalan kaki di kalangan siswa perlu ditanamkan, didukung dengan jalur aman menuju sekolah. Hal ini sekaligus mendorong pola hidup sehat dan ramah lingkungan.
9. Edukasi Gizi Seimbang
Peningkatan kualitas gizi siswa menjadi fokus utama. Edukasi mengenai bekal sehat bersama peran aktif orang tua bertujuan untuk membentuk generasi yang kuat dan cerdas.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini berfokus pada penguatan karakter, integritas, dan pemerataan pendidikan.
Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, madrasah Kota Banjar siap menjadi lembaga pendidikan yang relevan, merata, dan berpandangan jauh ke depan.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita wujudkan visi pendidikan madrasah yang lebih baik,” tutupnya. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
