Pagelaran Seni Budaya di Bulan Muharram Jadi Cara Warga Banjar Merawat Kebersamaan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Kegiatan tersebut menghadirkan para tokoh pesantren, intelektual muslim, dan budayawan muslim.

Untuk bersama-sama mengkaji keislaman dalam kaitannya dengan konteks budaya lokal, sembari menikmati berbagai pertunjukan seni.

“Pemandangan unik terlihat dalam kegiatan Ngaji Budaya tahun ini. Dalam pelaksanaanya, dimeriahkan juga oleh penampilan musik kolaborasi lintas-agama,” ujar Ma’mun.

“Antara Angklung Silih Asih dari Gereja Katolik Santo Filipus Banjar dengan Gamelan Kontemporer Ki Pamanah Rasa dari Sakola Motekar, yang notabene semuanya beragama islam,” sambungnya.

- Advertisement -

Seni Budaya Angklung dan Gamelan Kembangkan Solidaritas Lintas Agama

Pastur Gereja Katolik St.Filipus Banjar, Romo Gatot, menambahkan bahwa musik kolaborasi itu menyajikan berbagai lagu daerah dan nasional secara medley.

Dengan semangat Sukacita Hidup Berbangsa. Mereka membawa pesan yang sangat menginspirasi.

“Perbedaan adalah kekayaan Indonesia, jika hidup dalam persaudaraan akan membawa sukacita dan kemajuan bangsa. Kolaborasi angklung dan gamelan ini salah satu bukti kecil namun nyata,” tuturnya.

Kolaborasi Gamelan Ki Pamanah Rasa dan Grup Angklung dari Gereja St. Yohannes Ciamis tidak hanya memukau penonton dengan keindahan seni dan kekayaan budaya.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Nabung Sampah, Udedi Kusmana Raih Motor dari Pemkab Ciamis

CIAMIS, galuh.id – Konsisten memilah dan menabung sampah selama tiga tahun mengantarkan Udedi Kusmana, warga Kabupaten Ciamis, meraih penghargaan sebagai penabung sampah perorangan terbaik tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Lokasana, Senin (17/8/2026). Sebagai apresiasi, Udedi mendapatkan hadiah berupa satu […]

Artikel Terkait