Ciamis, galuh.id – Di bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, stok pangan utama seperti telur ayam, daging ayam, dan daging sapi di Kabupaten Ciamis dipastikan dalam kondisi aman.
Kepala Bidang Kesmapet Disnakkan Ciamis, drh. Asri Kurnia, menegaskan, ketersediaan bahan pangan ini tidak hanya mencukupi tetapi juga mengalami peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sebagai salah satu daerah produsen daging dan telur ayam, Kabupaten Ciamis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal bahkan berkontribusi terhadap pasokan regional.
Disnakkan Ciamis memastikan bahwa produksi unggas dan telur tetap stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan saat permintaan meningkat selama Ramadhan hingga Lebaran.
Sementara itu, untuk daging sapi yang sebagian besar dipasok dari wilayah lain seperti Jawa Tengah, ketersediaannya juga dijamin aman.
Selain berasal dari rumah pemotongan hewan (RPH), pasokan daging sapi di Ciamis turut didukung oleh stok daging beku serta daging impor jenis BX.
Menurut drh. Asri Kurnia, daging impor yang masuk ke Ciamis berasal dari negara-negara yang telah memenuhi standar keamanan pangan internasional, seperti Australia dan Selandia Baru.
Negara-negara ini telah mendapatkan sertifikasi bebas penyakit dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kualitas dan keamanannya.
Pihaknya memastikan bahwa daging impor yang beredar di pasaran telah melalui proses pemeriksaan ketat dan memenuhi standar kesehatan.
“Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan produk yang aman dikonsumsi,” jelasnya saat ditemui di Kantor Disnakkan Ciamis, Senin (17/03/2025).
Untuk menjaga mutu dan kesehatan produk pangan, Disnakkan Ciamis secara rutin melakukan pengawasan terhadap daging dan telur ayam setiap triwulan.
Pengawasan ini mencakup inspeksi terhadap hewan sebelum dan sesudah pemotongan (antemortem dan postmortem) guna memastikan bahwa daging yang beredar di pasaran aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, Disnakkan juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) dalam pengawasan distribusi produk pangan di tingkat hilir, seperti di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.
Dalam proses pemotongan hewan, khususnya sapi, Disnakkan memastikan bahwa prosedur yang diterapkan di RPH sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diawasi oleh petugas dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
“Setiap sapi yang akan disembelih dipastikan dalam kondisi sehat, dan jika ditemukan daging yang tidak layak konsumsi, maka akan dipisahkan agar tidak beredar di pasaran,” ujar Asri.
Terkait dengan kekhawatiran masyarakat mengenai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, drh.
Asri menegaskan, penyakit ini tidak menular ke manusia. Hewan yang terinfeksi akan segera dikarantina dan diberikan pengobatan yang sesuai untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Pihaknya telah menerapkan langkah-langkah pengendalian yang ketat untuk memastikan bahwa sapi yang sakit tidak masuk ke rantai distribusi.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena hanya daging sapi yang telah lolos pemeriksaan kesehatan yang diperbolehkan beredar,” jelasnya.
Meskipun ketersediaan daging ayam, daging sapi, dan telur ayam di Ciamis terjamin, masyarakat tetap diimbau untuk lebih selektif dalam membeli produk pangan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih daging dan telur antara lain:
- Pilih daging dan telur yang segar – Daging ayam dan sapi yang baik memiliki warna yang cerah, tidak berbau menyengat, serta memiliki tekstur yang kenyal. Sementara itu, telur ayam sebaiknya memiliki cangkang yang bersih dan tidak retak.
- Perhatikan penyimpanan dan pengolahan – Jika membeli dalam jumlah besar, produk pangan sebaiknya disimpan dalam suhu dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme.
- Hindari mencuci daging secara berlebihan – Jika daging terlihat kotor dan perlu dicuci, gunakan air bersih lalu keringkan dengan tisu dapur atau kain bersih sebelum diolah atau disimpan.
Dengan adanya pengawasan ketat dari Disnakkan Ciamis, diharapkan masyarakat dapat menikmati produk pangan yang sehat dan berkualitas selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan kualitas pangan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap pasokan bahan makanan,” tutup Asri. (GaluhID/Arul)
