Selasa, 19 Oktober 2021 | 0:28
Selasa, 19 Oktober 2021
More
    BJB

    Pelajar Ciamis Lumpuh Diduga Kecanduan Gadget, Disdik Angkat Bicara

    Oleh :

    Berita Ciamis, galuh.id – Seorang pelajar SMP berinisial A (13) warga Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, lumpuh terbaring tak berdaya dan dirawat di RSUD Kota Banjar.

    Penyebab lumpuhnya pelajar tersebut diduga lantaran aktivitasnya sering ia habiskan untuk main gadget. Siang hingga malam bahkan ia jarang tidur atau begadang.

    “Kata ibunya, kaki anaknya itu tidak bisa gerak (lumpuh),” ungkap petugas Dinkes Kota Banjar, Agung Herawati, Rabu (30/6/2021).

    Saat dibuktikan dengan cara mencubit kaki, anak itu tidak merasakan sakit. Benar saja, dokter pun menyatakan kaki pelajar tersebut lumpuh.

    Kaki anak ini memang cukup lama tidak bisa gerak. Pasalnya, selama setahun ini ia hanya bermain game online ML (Mobile Lagend) sambil rebahan di tempat tidur.

    Kata Agung, anak itu keasikan main game online di gadget. Mulai dari subuh bahkan sampai begadang.

    Agung pun menanyakan kepada orang tuanya, alasan mengapa membiarkan anaknya seperti itu.

    Orang tuanya menjawab bahwa anaknya suka berdalih sedang mengikuti pembelajaran sekolah secara daring.

    “Saya bilang tidak mungkin belajar daring sampai seharian, itu mah sudah kecanduan main game online,” ucap Agung.

    Peran Orang Tua Cegah Anak Kecanduan Gadget

    Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Asep Saeful Rahmat menanggapi terkait kabar tersebut.

    Pihaknya pun meminta orang tua untuk senantiasa mendampingi dan mengawasi anak-anaknya,
    karena saat ini kondisi sedang pandemi Covid-19.

    Asep menegaskan, sebaiknya orang tua dapat mencegah anak-anaknya dari ketergantungan gadget saat berada di rumah.

    Berikan kegiatan-kegiatan yang positif sehingga anak-anak melupakan gadgetnya. Boleh saja menggunakan gadget, tapi jangan sampai berjam-jam.

    Jangan sampai kasus anak yang diduga lumpuh karena kerajingan main gadget terjadi lagi. Arahkan anak-anak ke berbagai kegiatan yang positif.

    Menurutnya, pada situasi pandemi seperti sekarang, peran orang tua harus lebih optimal. Perlu perhatian khusus sehingga anak pun selalu terkontrol dengan baik.

    Ketika anak-anak bersosial pun perlu menjadi perhatian. “Karena jaman sekarang bersosialnya mungkin berbeda dengan jaman kita dulu,” tutur Asep.

    Selain itu, pergaulan juga bisa menjadikan anak-anak tersesat. Oleh karenanya, orang tua harus selalu mengawasi anak, baik di rumah maupun ketika bermain.

    Harapannya, kejadian pelajar yang lumpuh karena keseringan bermain game online di gadget menjadi pelajaran bagi semua.

    Lanjut Asep, saat ini adalah tahun akhir ajaran pendidikan 2020/2021, anak-anak pun libur sekolah.

    Untuk itu ia menegaskan, orang tua harus bisa mengawasi dan mengarahkan waktu libur anak-anak kepada kegiatan yang baik.

    Misalnya, suruh ikut kegiatan di mushola atau hal positif lainnya. “Kemudian karena kondisi masih pandemi, maka perlu menerapkan prokes,” pungkasnya. (GaluhID/Aldi)

    Editor : Evi

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    286PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan