Penilaian Nasional, Sekda Ciamis Apresiasi Inovasi Sindangrasa

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Kelurahan Sindangrasa dalam membangun pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan program yang bermanfaat apabila didukung kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Andang saat menghadiri kegiatan penilaian klarifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Rabu (4/11/2026).

Andang menilai, berbagai inovasi yang dikembangkan Lurah Sindangrasa, Derry Insan Akhira Yusman, bersama masyarakat menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, pembangunan tidak selalu harus bergantung pada besarnya anggaran pemerintah. Hal terpenting adalah kemampuan merancang program yang efektif, efisien, dan berdaya guna dengan mengoptimalkan potensi masyarakat.

- Advertisement -

Ia mencontohkan, melalui gerakan gotong royong dan partisipasi masyarakat, berbagai kebutuhan pembangunan dapat dilaksanakan meskipun dengan keterbatasan dukungan anggaran.

“Kita bisa memanfaatkan kebersamaan dan kolaborasi sehingga dengan anggaran yang efektif dan efisien, tetapi tetap berdaya guna dan berhasil guna,” ujarnya.

Andang berharap, inovasi yang dikembangkan Kelurahan Sindangrasa tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Ciamis, tetapi juga dapat ditularkan kepada desa dan kelurahan lainnya, bahkan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan kader PKK, lembaga kemasyarakatan, serta seluruh warga yang selama ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan program kelurahan.

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026, Mulyo Setiono, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan melalui enam regional untuk mengakomodasi keragaman karakteristik, potensi, dan keunggulan desa maupun kelurahan di Indonesia.

Enam regional tersebut meliputi Regional I wilayah Sumatera, Regional II Jawa dan Bali, Regional III Kalimantan, Regional IV Sulawesi, Regional V Nusa Tenggara dan Maluku, serta Regional VI Papua.

Mulyo menyampaikan, sebelum memasuki tahap klarifikasi lapangan, Kelurahan Sindangrasa telah melewati sejumlah tahapan penilaian, mulai dari penilaian administrasi, pemaparan oleh lurah, hingga wawancara yang dilaksanakan pada 5 sampai 9 Oktober 2026.

Adapun klarifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan pemaparan yang telah disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, tim penilai melakukan tiga tahapan utama, yakni klarifikasi dan validasi dokumen maupun hasil pemaparan, pengamatan secara langsung terhadap kondisi lapangan, serta dialog dan pendalaman informasi dengan pihak-pihak terkait.

“Ada tiga hal utama yang akan kami lakukan, pertama klarifikasi dan validasi terhadap dokumen maupun pemaparan yang sudah disampaikan. Kedua, pengamatan secara langsung, dan ketiga dialog serta pendalaman terhadap informasi yang telah disampaikan,” jelas Mulyo.

Ia menambahkan, hasil klarifikasi lapangan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat pleno tim penilai sebelum penetapan hasil akhir lomba.

Mulyo juga mengharapkan dukungan dan keterbukaan pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, serta seluruh pihak terkait agar proses klarifikasi berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang akurat.

Sebelumnya, Lurah Sindangrasa, Derry Insan Akhira Yusman, memaparkan tujuh program unggulan yang menjadi kekuatan wilayahnya, yakni Rolling Door (Ronda Keliling Door to Door), Gemas Sampah (Gerakan Masyarakat Sindangrasa Sedekah Sampah), Wajar Gemilang (Wajib Belajar untuk Generasi Sindangrasa Cemerlang), Masagi (Masyarakat Sindangrasa Gemar Infak), Pelayanan 6 SPM, Mandiri Berkreasi (Masyarakat Sindangrasa Berdaya melalui UMKM dan Ekonomi Kreatif), serta Kekasih Hati (Keluarga Asuh Balita Stunting).

Berbagai program tersebut menjadi bentuk inovasi Kelurahan Sindangrasa dalam mengoptimalkan partisipasi masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, menjaga lingkungan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi dan sosial.

- Advertisement -
Berita Terbaru

PSGC Kalah Telak, PSS Sleman Tampil Dominan di Pertandingan

SLEMAN, galuh.id – PSS Sleman tampil dominan saat menghadapi PSGC Ciamis dalam pertandingan League Cup Indonesia Grup F. Kemenangan...

Artikel Terkait