oleh

Pesantren Persis Kujang 109 Ciamis Bangun Generasi Al-Qur’an

 
 

Ciamis, galuh.id– Al-Qur’an merupakan kalam illahi yang menuntun umat Islam dalam menjalani rutinitas kehidupan. Al-Qur’an berisi tentang perintah, larangan, janji-janji serta tuntunan kehidupan manusia baik dalam hal hubungannya dengan Tuhan atau dengan manusia yang lainnya.

Lebih jauh dari itu, Al-Qur’an pun mampu menjadi penenang saat manusia dalam keadaan gelisah, gundah gulana ataupun risau. Terlebih apabila dilantunkan dengan irama yang menyejukkan hati. Al-Qur’an pun mampu menjadi sepirit perjuangan umat, hal ini terbukti ketika ramainya penghinaan terhadap Al-Qur’an, umat islam berbondong-bomdong menyuarakan ketidak terimaannya.

Mereka rela jauh-jauh datang dengan spirit Al-Qur’an. Bahkan sampai ada yang berjalan kaki (longmarch) dari Ciamis ke Jakarta. Semua didasari oleh spirit Al-Qur’an.

Atas dasar spirit itu pula, Pesantren Persis 109 Kujang berdiri. Pesantren yang letaknya tidak jauh dari jalan utama Provinsi, atau lebih tepatnya berada di Jl. Lokasana No. 09 Kujang Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat, memfokuskan bidang pendidikannya pada program pembentukan karakter melalui program-program yang tidak hanya terfokus pada pendidikan formal umum.

Salah satu aktivitas yang dilakukan di Pesantren Persis Kujang 109 Ciamis.
Foto: Dokpri

Akan tetapi jauh dari itu, Pesantren ini memadukan antara pelajaran-pelajaran umum dengan hafalan Al-Qur’an. Para santri tidak hanya dituntut untuk mendalami ilmu umum, namun juga diharuskan untuk mendalami keilmuan akhirat terlebih dalam hafalan Al-Qur’an.

Menurut Ii Muhamad Himyar, salah seorang murabbi (Pembina Pondok), mengungkapkan harapannya agar lembaga pendidikan ini mampu meluluskan para huffadz, alim serta lulusan yang memiliki karakter Al-Qur’an.

“Di sini, kami menerapkan sistem tiga waktu bersama Al-Qur’an, dimana para santri dituntut fokus bersama Al-Qur’an di tiga waktu, yaitu Ba’da Subuh untuk menambah hafalan baru, Ba’da Magrib untuk murajaah dan satu jam pelajaran di sekolah sebagai waktu setor hafalan kepada ustad,” ujarnya, Selasa (18/9/2019).

Pesantren yang selalu menkampanyekan sebagai lembaga pendidikan yang berbasis Dunia dan Akhirat ini, diterapkan beberapa tingkatan dan kelompok penghafal Al-Qur’an. Diantaranya Reguler, sebagai program wajib bagi semua santri, yaitu wajib menghafal Al-Qur’an 1 Juz dalam setiap semesternya. Sabit (Santri binaan tahfidz), di tingkatan ini para santri diberi tambahan yaitu wajib menghafal 2 Juz setiap semesternya.

Terakhir, Yabis, yaitu para santri yang telah lulus seleksi dan mendapatkan beasiswa dari kerjasama pesantren bersama Yayasan Bina Insani (Yabis).

“Pesantren ini diharapkan mampu melahirkan lulusan-lulusan yang Tafaquh Fiddien, berwawasan ilmiah dan islamiyah, serta mampu berguna bagi keluarga, agama dan negara,” pungkas Ii. (GaluhID/GI1)

Pengirim Naskah:  Muhamad Rizki Fadilah, MA. Persis 109 Kujang, XII B (IPS)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA