Ciamis, galuh.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ciamis menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka HUT yang tidak hanya bersifat seremonial. Namun juga berorientasi pada peningkatan kualitas kompetensi dan kesadaran profesional guru.
Ketua PGRI Ciamis, Edi Rusyana, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan berawal dengan pembenahan data keanggotaan melalui Sistem Informasi Keanggotaan (SIG).
Hasilnya, jumlah anggota meningkat signifikan dari sekitar 5.400 menjadi 8.300 orang. Sekaligus memperjelas status dan identitas keanggotaan yang sebelumnya tidak terdata dengan baik.
“Pendataan ini penting agar organisasi lebih tertib dan akurat, sehingga program PGRI bisa tepat sasaran,” ujar Edi, Senin (24/11/2025)
Selain itu, PGRI Ciamis juga aktif mengikuti berbagai lomba di tingkat provinsi, seperti di Solo, mulai dari bulutangkis, catur hingga konten pembelajaran.
Hasilnya, PGRI Ciamis berhasil meraih juara kedua dan ketiga di sejumlah kategori.
Di tingkat kabupaten, kegiatan serupa turut digelar, di antaranya lomba penulisan esai dan lomba konten pembelajaran berbasis buku matematika bersama Guru Sakti.
Tidak hanya itu, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian HUT, seperti donor darah yang bekerja sama dengan komunitas Doervoer.
Serta seminar peningkatan kompetensi guru yang dikombinasikan dengan sosialisasi jurnalistik.
“Kami ingin anggota PGRI paham pentingnya publikasi dan bersinergi dengan pers. Tanpa publikasi, informasi tidak akan sampai dengan baik ke masyarakat. Kami ingin membangun kerja sama yang simbiosis mutualisme dengan media,” kata Edi.
Rangkaian Kegiatan HUT PGRI Perkuat Kompetensi Guru
Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan upacara peringatan pada 28 November 2025 di Pendopo. Kemudian program sosial Jumat Berkah, dan berakhir dengan Konferensi Kerja Kabupaten (Konverkap) pada 27 Desember 2025.
Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya program 100 hari kerja kepengurusan PGRI Ciamis yang dinilai sukses terlaksana.
HUT PGRI tahun ini mengusung semangat “Guru Hebat untuk Indonesia Hebat”, dengan pesan utama membentuk insan PGRI yang berkesadaran, profesional, dan berintegritas.
Edi Rusyana turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ciamis dan Kepala Dinas Pendidikan atas dukungan penuh terhadap aktivitas PGRI.
Menurutnya, dukungan tersebut membuat organisasi memiliki ruang gerak luas dalam berinovasi dan berkarya bagi dunia pendidikan.
Terkait cuaca ekstrem, PGRI Ciamis mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk tetap waspada namun tenang. Ia menegaskan guru harus menjadi figur penenang dan teladan di tengah situasi sulit.
“Kami ingin membentuk Satgas PGRI Siaga Bencana yang nantinya bekerja sama dengan BPBD. Guru harus tetap tenang, menjadi penerang dalam kegelapan, dan panutan dalam menghadapi situasi apa pun termasuk bencana,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan, keselamatan, dan memastikan proses pembelajaran tidak terganggu, seraya menutup pesannya dengan ajakan positif. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
