Kamis, 29 September 2022
Kamis, 29 September 2022
More

    Penemuan Batu Bersusun, Potensi Wisata Ciamis

    Ciamis, galuh.id – Sudah sejak lama warga Desa Selasari, Kecamatan Kawali dan Desa Sukaharja, Kecamatan Lumbung menemukan Potensi Wisata Ciamis yaitu Batu Bersusun.

    Batu tersebut diduga merupakan peninggalan zaman dulu yang memiliki nilai sejarah yang cukup panjang.

    Iklan

    Namun, meskipun sudah ditemukan cukup lama, batu bersusun baru mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis baru-baru ini.

    Setelah Disbudpora mendapat informasi dari beberapa sumber, Disbudpora langsung meninjau lokasi.

    Terhitung dari jalan utama jaraknya sekitar 2 kilo meter yang ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pesawahan dan sungai. 

    Erwan Darmawan, kepala Disbudpora menjelaskan hasil dari penelusurannya bersama tim saat terjun ke lokasi, Batu Bersusun ini memiliki panjang 20 meter, tinggi 15 meter, dan di atasnya sekitar 30 meter.

    Iklan

    “Batunya bersusun, ukuran batu bervariasi, ada bagian yang mirip gapura dan pintu masuk,” ucap kepala Disbudpora, Erwan Darmawan, Jumat (17/1/2020).

    Erwan akan meminta bantuan tim Arkeolog untuk melakukan penelitian di lokasi Batu Bersusun tersebut.

    Setelah data lengkap, kata Erwan, ia dari Disbudpora akan meminta Badan Arkeologi meneliti batu susun itu, apakah benar-benar batu bersejarah.

    Kalau sudah ada kesimpulan dari hasil penelitian, kata Erwan, maka langkah selanjutnya Disbudpora akan menetapkan Batu Susun tersebut menjadi sebuah potensi wisata di Ciamis.

    Menurutnya, terlepas apakah Batu Susun tersebut merupakan situs sejarah atau hanya bentukan alam, tapi yang pasti batu susun ini unik dan berpotensi jadi destinasi wisata baru di Ciamis.

    Erwan juga berpesan kepada warga masyarakat untuk senantiasa menjaga lokasi tersebut, agar tidak rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Untuk itu, Erwan menyampaikan bila ada yang ingin berkunjung ke lokasi, maka harus diantar oleh masyarakat sekitar.

    Hal itu juga sekaligus upaya untuk menjaga dari oknum jahil yang bisa merusak batu susun tersebut.

    “Kecuali hanya untuk swafoto boleh saja, itu boleh, jangan sampai batu tersebut rusak,” tegasnya. (GaluhID/Iman)

    Iklan
    Loading...

    ARTIKEL TERKAIT

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    TEMUKAN KAMI

    186,038FansSuka
    41,532PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    377PengikutMengikuti
    6,452PelangganBerlangganan