Selasa, 30 November 2021
Selasa, 30 November 2021
More

    Puluhan Preman di Tasikmalaya Terjaring Razia, 1 Orang Bawa Alkohol

    Berita Tasikmalaya, galuh.id – Puluhan preman, pengamen dan anak punk terjaring razia premanisme di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (14/06/2021).

    Dalam razia ini, petugas menyasar preman di Alun-alun, terminal dan pasar tradisional Singaparna. Mereka dianggap meresahkan karena kerap meminta uang kepada warga.

    Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kompol Kresno Sutopo, mengatakan razia ini atas perintah Kapolri yang langsung Presiden perintahkan untuk menertibkan aksi premanisme.

    “Kita amankan puluhan preman. Lalu, anak punk dan pengamen yang meresahkan di wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Kita bawa dan berikan mereka pembinaan di Mako,” ungkapnya.

    Diantara anak punk dan pengamen yang petugas amankan, ada satu orang perempuan dan dua orang anak di bawah umur.

    Termasuk satu orang preman yang tertangkap tangan membawa alkohol untuk ia jual belikan.

    Petugas memberikan pembinaan, mendatanya lalu memulangkan mereka yang terjaring razia premanisme ini.

    Jika tetap meresahkan masyarakat kata Kresno, mereka akan kembali petugas amankan bahkan bisa terkena tipiring.

    “Preman pembawa alkohol juga kami amankan. Dia jual buat pengamen” paparnya.

    Pengamen perempuan, Seni, asal Ciamis sengaja ngamen di Kabupaten Tasikmalaya. Ia berdalih tengah mengumpulkan uang untuk modal usaha jualan sendal.

    “Kebetulan lagi ngamen di Singaparna. Ngumpulin uang untuk modal usaha jualan sendal,” ujar Seni saat di atas mobil patroli.

    Rafli (16), mengaku nekat menjadi anak punk dan mengamen di jalanan karena ajakan temannya. Selain itu, juga untuk keperluan jajan sehari-hari setelah ayahnya menikah lagi.

    “Saya putus sekolah, keluar pas kelas 8 SMP. Orang tua saya sudah pisah, bapak nikah lagi. Lalu saya jadi anak punk,” ujarnya.

    Salah seorang preman, Rahmat (45), mengatakan sudah biasa berjualan alkohol oplosan di terminal Singaparna dan ia jual kepada para pengamen dan preman.

    “Saya beli dari teman Rp 10 ribu. Kemudian alkohol untuk oplosannya saya jual lagi Rp 15 ribu, untung Rp 5 ribu,” jelasnya. (GaluhID/Evi)

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    302PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan