CIAMIS, galuh.id – Sebuah rumah milik Entin (60), seorang janda tua warga Dusun Karangsari RT 27/RW 01, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ludes terbakar pada Selasa (22/9/2026) siang.
Kobaran api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah semi permanen yang sebagian besar terbuat dari kayu. Selain bangunan, seluruh barang yang berada di dalam rumah juga ikut terbakar dan tidak ada yang berhasil diselamatkan.
Dugaan sementara, kebakaran berasal dari bara tungku yang masih menyala dan tidak jauh dari bangunan rumah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai puluhan juta.
Kepala Dusun setempat, Neng Niah, mengatakan saat api mulai membakar rumah, dirinya berada tidak jauh dari lokasi kejadian kemudian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan penanganan. Namun api yang terus membesar ditambah hembusan angin kencang dan bangunan rumah yang mudah terbakar, dalam waktu singkat rumah tersebut roboh dan rata dengan tanah.
“Api begitu besar. Rumah yang terbuat dari kayu ditambah angin kencang membuat api cepat membesar. Kurang dari lima menit, rumah Mak Entin sudah habis terbakar,” ujar Neng Niah di TKP.
Petugas pemadam kebakaran kemudian berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Pos WMK Banjarsari menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Namun, akses menuju titik kebakaran yang cukup sulit membuat proses pemadaman terkendala. Petugas harus menyambungkan beberapa selang agar dapat menjangkau titik terbakar.
Dudi, bakal calon Kepala Desa Cikaso yang datang ke lokasi kejadian, turut menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa Entin.
Ia mengatakan akan membantu dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar korban mendapat bantuan.
“Di dalam rumah ada sejumlah barang dan dokumen penting yang ikut terbakar,” kata Dudi.
Barang yang terbakar di antaranya padi sekitar karung, beras 20 kilogram, uang tunai lima ratus ribu, pakaian, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Keluarga (KK), serta Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Kalau dihitung dengan bangunan rumah, total kerugian diperkirakan sekitar Rp75 juta,” ujarnya.
Setelah api benar – benar padam, tanpa dikomando warga kemudian bergotong royong membereskan puing – puing bangunan. Sementara itu, Entin tampak syok dan histeris melihat rumah tempat tinggalnya rata dengan tanah.
