Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis Dimulai: Ratusan Ribu Usaha Dibidik, Apa Dampaknya Bagi UMKM?

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis kini resmi dimulai secara serentak demi memetakan seluruh potensi usaha dari tingkat perkotaan hingga pelosok desa.

Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengawali agenda besar sepuluh tahunan ini melalui apel gabungan khidmat di Halaman Pendopo Bupati Ciamis pada Selasa (23/6/2026). Sebanyak 1.486 petugas lapangan terlatih diterjunkan langsung guna menyisir aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Langkah masif ini sengaja diambil untuk memastikan tidak ada satu pun pelaku sektor industri yang terlewat dari pendataan. Selain itu, akurasi data hasil pencacahan ini nantinya akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah jangka panjang.

Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari agar proses pengumpulan data di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Seluruh petugas sensus bahkan telah melewati pelatihan intensif guna memahami dinamika usaha lokal yang kian berkembang.

- Advertisement -

Urgensi Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis bagi Sektor Riil

Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman, menegaskan bahwa seluruh aspek logistik dan pemetaan wilayah kerja kini telah rampung 100 persen. Komitmen ini krusial mengingat tantangan geografis dan keragaman jenis usaha baru berbasis digital yang tumbuh subur pascapandemi.

“Petugas sudah kami latih selama tiga hari dan saat ini siap turun ke lapangan. Mereka akan melakukan pendataan langsung sesuai wilayah tugas masing-masing,” ujar Ahmad secara optimistis saat ditemui setelah apel gabungan.

Kemudian, Ahmad merinci komposisi personel yang dikerahkan demi menyukseskan program Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis ini. Dari total ribuan petugas tersebut, sebanyak 1.310 orang bertugas sebagai pencacah lapangan dan 176 orang lainnya bertindak sebagai pemeriksa lapangan.

Sementara itu, proses pengumpulan data sejatinya telah bergulir secara bertahap sejak 15 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. BPS sendiri mematok target tinggi agar minimal 150 ribu unit usaha di seluruh wilayah Ciamis dapat tercatat secara valid.

- Advertisement -

Secara teknis, indikator data yang dikumpulkan meliputi profil lengkap usaha, jumlah tenaga kerja aktif, legalitas hukum, hingga tingkat pemanfaatan teknologi informasi. Karakteristik ekonomi makro maupun mikro lainnya juga tidak luput dari instrumen penilaian para petugas di lapangan.

“Hasil sensus ini akan menjadi potret kondisi ekonomi riil Kabupaten Ciamis yang sangat penting untuk perencanaan pembangunan, investasi, pemberdayaan UMKM, hingga penyusunan kebijakan ekonomi daerah ke depan,” kata Ahmad menambahkan.

Lonjakan Signifikan Sektor Usaha dalam Satu Dekade terakhir

Berdasarkan catatan historis BPS, pada pelaksanaan Sensus Ekonomi terdahulu tahun 2016, jumlah unit usaha yang terdata di Ciamis hanya berkisar pada angka 137 ribu. Namun, sepuluh tahun kemudian, aktivitas bisnis di Tatar Galuh ini diperkirakan melonjak tajam hingga hampir 30 persen menjadi sekitar 172 ribu unit usaha.

Pertumbuhan yang eksponensial ini tentu memerlukan validasi lapangan yang kuat melalui Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis. Tanpa adanya data terbaru yang sahih, pemerintah daerah dikhawatirkan akan salah sasaran dalam menyalurkan program bantuan ataupun insentif usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis dari Bupati Ciamis. Ia menyampaikan pandangan serupa mengenai pentingnya keterbukaan informasi dari para pelaku usaha demi kesuksesan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis.

Menurut Nanang, arah pembangunan daerah saat ini tidak boleh lagi berdasarkan perkiraan semata, melainkan wajib bertumpu pada basis data yang dapat dipertanggungjawabkan. Transformasi ekonomi hanya bisa terwujud jika perencanaan awal didasarkan pada fakta riil masyarakat.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Data yang lengkap akan menghasilkan program yang tepat sasaran, dan data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Nanang di hadapan peserta apel.

Oleh sebab itu, Nanang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut baik kedatangan para petugas sensus. Warga diharapkan dapat menerima mereka secara terbuka serta memberikan jawaban yang jujur serta objektif mengenai kondisi usaha mereka.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menilai momentum Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis ini sangat strategis. Sensus tersebut menjadi kesempatan emas untuk memetakan struktur ekonomi daerah secara komprehensif di tengah ketidakpastian global.

Andang mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Ciamis saat ini sebenarnya menunjukkan tren yang sangat positif. Laju pertumbuhan ekonomi daerah bahkan sukses menyentuh angka 5,37 persen, sebuah capaian yang membanggakan bagi wilayah priangan timur.

Namun demikian, jajaran pemerintah daerah tetap memerlukan data yang jauh lebih terperinci untuk mengidentifikasi sektor mana saja yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan tersebut. Evaluasi mendalam ini dinilai mendesak agar akselerasi ekonomi tidak stagnan di tahun-tahun mendatang.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik harus dibarengi dengan data yang akurat. Kita perlu mengetahui sektor mana yang berkembang, usaha apa yang tumbuh, dan kebutuhan apa yang diperlukan pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” jelas Andang.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa potret mikro dari Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis akan langsung dikonversi menjadi instrumen kebijakan strategis. Kebijakan tersebut mencakup perluasan lapangan kerja baru, peningkatan iklim investasi, hingga penguatan daya saing produk lokal di pasar nasional.

“Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS dan petugas lapangan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Dengan data yang akurat, kita dapat merencanakan pembangunan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Andang mengakhiri pembicaraan mengenai Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Bukan Cuma Gratis, Operasi Katarak Gratis RSUD Ciamis 2026 Pakai Metode Canggih Ini, Ratusan Warga Langsung Sembuh!

Sebanyak 108 warga miskin di Kabupaten Ciamis mendapat operasi katarak gratis dari RSUD Ciamis dalam rangka Hari Jadi ke-384. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama lansia yang menderita gangguan penglihatan. Pelayanan ini didukung kerja sama lintas sektor dan teknologi modern untuk pemulihan yang cepat.

Artikel Terkait