oleh

Sentuhan Magis Heri Rafni Kotari sebagai Obat Mujarab Performa PSGC Ciamis

 
 

Saur Anjeun, galuh.id – PSGC Ciamis memang masih membutuhkan sosok Heri Rafni Kotari. Sudah tepat manajemen mempercayakan tim kepada pelatih yang sering disebut Van Basten-nya Ciamis itu.

Setelah compang-camping karena gagal meraih kemenangan dalam enam laga beruntun, sentuhan magis Heri Rafni Kotari membuat PSGC kembali ke jalur positif.

Heri Rafni Kotari yang merupakan direktur teknik ditunjuk mendampingi PSGC dan langsung membawa kemenangan. Dari lima pertandingan terakhir ini, tim Laskar Galuh mencatatkan 2 kemenangan, imbang 1 kali dan kalah 2 kali

Tak hanya bukti kemenangan, Heri Rafni Kotari juga memberi berbagai pengaruh positif kepada para pemain di lapangan. Sudah bukan rahasia umum, jika Heri Rafni Kotari adalah seorang pemain dan juga pelatih yang handal. Namun, beliau harus terganjal masalah lisensi kepelatihan.

Usai PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menerbitkan sebuah regulasi, bahwa syarat pelatih untuk menangani klub peserta Liga 2 2019 minimal mengantongi lisensi B AFC sebagai pelatih kepala dan Asisten Pelatih harus berlisensi C AFC. Heri Rafni Kotari yang mempunyai lisensi setingkat C AFC otomatis tereliminasi dan memilih menduduki kursi Direktur Teknik.

Di awal musim ini, dalam mempersiapkan tim untuk kompetisi Liga 2 2019, Manajemen PSGC mendatangkan pelatih berlisensi A AFC yaitu Herrie Setiawan, mantan pemain yang satu generasi dengan Heri Rafni Kotari, dipercayakan untuk menakhodai Arip Budiman cs dengan modal persiapan ala kadarnya.

Di era kepelatihan Herrie Setiawan ini diharapkan bisa membangunkan Laskar Galuh dengan sentuhan magisnya.

Memulai kompetisi Liga 2 2019, PSGC awalnya bermain cukup apik pada laga perdana melawan Persita Tangerang walau hasilnya kalah 0-1. Namun, laga selanjutnya dengan skuad anyar yang dimiliki Laskar Galuh belum bisa menunjukan kualitasnya.

Kombinasi pemain lokal, pemain muka lama dan baru serta satu pemain naturalisasi tak cukup menjanjikan, ditambah beberapa pemain yang mengalami cedera, PSGC justru mengalami performa yang kurang bagus.

Herrie Setiawan, yang bertugas menjadi peracik strategi, tak mampu mengeluarkan potensi terbaik tim kebanggaan masyarakat Tatar Galuh.

Hingga akhirnya Herrie Setiawan mengundurkan diri, setelah menderita kekalahan 6 pertandingan secara beruntun serta mendapatkan kritikan suporter. Hal itu, membuat pihak manajemen klub kembali mempercayakan Heri Rafni Kotari sebagai pelatih sementara sampai akhir putaran pertama.

Dan benar saja, setelah Heri Rafni Kotari kembali menukangi PSGC dan langsung mempersembahkan kemenangan pada laga debutnya kembali sebagai pelatih. Pengaruh magis pelatih yang kharismatik ini seolah tak luntur.

Pada laga pertamanya menukangi PSGC, Heri Rafni Kotari harus mengawal Laskar Galuh kala menjamu PSPS Riau di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (28/7/2019) sore. Pada laga tersebut Heri Rafni Kotari berhasil mempersembahkan kemenangan di kandang dengan skor telak 3-1.

Selain kemenangan perdana, PSGC yang hampir tidak pernah merasakan gawangnya cleansheet atau bersih tanpa gol. Baru pada pertandingan terakhir putaran pertama Liga 2 2019 melawan Blitar United, Minggu (18/8/2019), merasakan cleansheet dengan kemenangan 1-0.

Heri Rafni Kotari masih menjadi obat mujarab bagi PSGC Ciamis yang sempat bermain buruk dan tak pernah menang di 6 pertandingan secara beruntun. (galuh.id/Allez)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA