Tak Ada Babak Perpanjangan Waktu Saat Laga Perebutan Perunggu, Pelatih Malaysia U-23 Kesal

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Dalam babak adu penalti tersebut, Malaysia U-23 harus mengakui keunggulan Timnas Indonesia U-23 dengan hasil 3-4.

Melihat hasil tersebut, Maloney menyesali tim asuhannya yang tak dapat memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan.

“Hadi mencetak gol dan membuat kedudukan menjadi imbang, akan tetapi sangat disayangkan kami tak mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menang,” kata Maloney dikuti dari Bola.

Selain itu pelatih Malaysia U-23 kesal karena tak ada babak perpanjangan waktu dalam laga tersebut.

- Advertisement -

“Saya juga menyesalkan tidak adanya baba tambahan dalam pertandingan tersebut,” ucap Maloney.

Jika ada babak tambahan waktu, maka hasil mungkin akan berbeda karena Maloney menilai kondisi fisik Timnas Indonesia U-23 mulai menurun.

Terlepas dari pelatih Malaysia U-23 kesal karena tak ada babak perpanjangan waktu, Malaysia memambah sejarah kegagalan meraih perunggu.

Malaysia U-23 gagal meraih perunggu pada SEA Games edisi 2013 dan 1965 ketika ajang masih bertajuk Peninsular Games.

- Advertisement -

Sementara Timnas Indonesia U-23, untuk kelima kalinya dalam SEA Games meraih medali perunggu, yakni pada edisi 1981, 1989, 1999, 2017 serta 2021. (GaluhID/Dianti Rahayu)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Kisah Ayah Petugas Kebersihan Bawa SLBN Ciamis Juara II Nasional FLS3N Diksus 2026

Film pendek "Sampah Jadi Harapan" karya siswa SLBN Ciamis meraih Juara II Nasional pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026. Mengisahkan seorang ayah petugas kebersihan dan anak penyandang disabilitas, film ini menyampaikan pesan tentang harapan, perjuangan, dan potensi anak berkebutuhan khusus, serta mengubah pandangan masyarakat.

Artikel Terkait