Tak Beri Uang saat Dipalak, Siswa SMPN 1 Pamarican Ciamis Dianiaya

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Pamarican, galuh.id – Penganiayaan siswa baru terjadi di SMPN 1 Pamarican Ciamis. UR yang tinggal di Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis diduga dianiaya oleh  kakak kelasnya, Rabu (24/7/2019) lalu.

Usli, ayah korban mengaku baru mengetahui anaknya dianiaya dari tetangganya. Akibat penganiayaan yang diduga dilakukan kakak kelasnya, anak pasangan Usli dan Edah ini memar pada bagian leher dan kancing bajunya lepas.

Peristiwa tersebut, kata Usli, berawal dari ulah kakak kelas UR yang meminta uang dengan paksa. Lantaran tidak memiliki uang, permintaan kakak kelasnya itu tak dipenuhi.

“Anaknya dipalak, tapi tak punya uang  Akhirnya terjadilah penganiayaan itu,” kata Usli yang ditemui di rumahnya, Senin (29/07/2019).

- Advertisement -

Akibat dari penganiayaan itu, UR terpaksa tidak masuk sekolah selama tiga hari untuk menjalani pengobatan. 

“Meskipun lukanya terlihat serius, saya tak membawanya berobat ke dokter atau ke Puskesmas. Tetapi hanya dilakukan dengan pengobatan biasa oleh ibunya dengan cara ‘dipopok’ oleh abu hangat saja,” terang Usli.

Usli menambahkan, setelah terjadinya peristiwa penganiayaan yang menimpa anaknya, salah seorang guru datang menjenguk UR ke rumahnya.

“Katanya, kalau masih sakit enggak usah dulu sekolah,” terang Usli.

- Advertisement -

UR diketahui sudah masuk sekolah kembali mulai Senin (29/7/2019) kemarin.

Dari pantauan Galuh ID, orang tua UR merupakan warga miskin calon penerima Rutilahu. Rumah UR memang hanya terbuat dari bilik bambu yang cukup sempit serta terlihat reyot dan tak layak huni.

“Sehari-hari jadi pemungut sampah di pasar Pamarican,” kata Usli.

Sementara, ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Pamarican, Sukandi, mengaku tidak mengetahui peristiwa penganiayaan terhadap siswa baru yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya.

Sukandi kemudian memanggil guru BK, dari sana baru diketahui adanya kasus  penganiayaan yang dialami salah seorang siswa baru di sekolahnya dan kini sedang ditangani oleh BK dan bagian Kesiswaan.

“Tidak semua permasalahan yang ada di sekolah diselesaikan oleh Kepala Sekolah. Mungkin permasalahan tersebut bisa diselesaikan di tingkat pembina Osis. Jadi kejadian tersebut belum sampai ke saya,” ujar Sukandi Kepala Sekolah SMPN 1 Pamarican saat ditemui Galuh ID di ruang kerjanya.

Sukandi menerangkan, peristiwa penganiayaan tersebut sudah diketahui oleh wali kelasnya dan langsung diselesaikan oleh wali kelasnya tersebut.

“Sampai saat ini permasalahan ini sedang dalam tahap pemanggilan orang tua, sejauh ini anak tersebut (korban) baik-baik saja,” ucapnya. (galuh.id/Uus)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Unik! Warga RT 23 Desa Cibadak Ciamis Gelar Pemilihan Ketua RT Layaknya Pemilu

Warga RT 23 Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, menggelar pemilihan Ketua RT pada 31 Juli 2026 dengan konsep mirip Pemilu. Ucu Rahmat terpilih sebagai Ketua RT setelah meraih suara terbanyak. Konsep pemilihan ini bertujuan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi, serta melibatkan partisipasi langsung warga. Biaya pemilihan berasal dari kas RT dan donatur.

Artikel Terkait