oleh

11 Tahun Komunitas Doervoer Ciamis, Peduli Thalasemia dan Santunan Anak Yatim

 
 

Ciamis, galuh.id – Bakti sosial yang digalang oleh komunitas Doervoer bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ciamis disambut antusias oleh masyarakat, termasuk ASN dan salah satu komunitas ojeg online untuk mendonorkan darahnya di Pendopo Kabupaten Ciamis, Kamis (8/8/2019).

Tujuan donor darah ini untuj memberikan layanan maksimal kepada masyarakat terutama bagi penderita Thalasemia yang sangat membutuhkan stok darah berkualitas dari PMI Kabupaten Ciamis.

Selain itu, Komunitas Doervoer juga memberikan santunan kepada 185 anak yatim dan penderita thalasemia.

Rusna Apriatna sebagai ketua Komunitas Doervoer yang akrab disapa Kang Unya, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas 11 tahun berdirinya Komunitas Doervoer.

“Kegiatan ini dilakukan didorong atas kepedulian Komunitas Doervoer kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Ciamis, dalam menyumbangkan darah bagi sesama,” ungkapnya.

Unya mengatakan, kegiatan tersebut juga didukung Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, serta elemen masyarakat lainnya yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah dan santunan anak yatim di hari jadinya Komunitas Doervoer.

“Dengan adanya rutinitas pertiga bulan donor darah ini, bisa memotivasi komunitas lain, khususnya masyarakat Ciamis yang tadinya tabu untuk donor darah menjadi mau untuk mendonorkan darahnya, sehingga permasalahan kekurangan stock darah di PMI Kabupaten Ciamis bisa ditanggulangi,” singkatnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya sangat mengapresiasi Komunitas Doervoer yang selalu menggagas berbagai ide sosial, termasuk kegiatan donor darah dan santunan anak yatim.

“Hal yang sangat positif sekali, mudah-mudahan bisa menjadi contoh untuk komunitas-komunitas lain,” ungkapnya.

Herdiat juga menyebut Kabupaten Ciamis termasuk daerah yang memiliki penyandang thalasemia terbanyak.

“Ada 100 lebih yang sudah rutin melakukan pengobatannya ke RSUD Ciamis, belum yang tercover,” ungkap Herdiat.

Pemda Ciamis, kata Herdiat, berencana melakukan penanganan serius untuk memutuskan mata rantai thalasemia.

“Salah satunya perlu ada regulasi untuk menekan jumlah penderita penyakit ini. Misalnya, skrining ke desa-desa kepada warga yang belum menikah ataupun yang sudah menikah,” singkatnya. (Galuh.id/Riyan)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA