oleh

4 Cara Klub Liga 2 2020 Hadapi Krisis Wabah Corona

 
 

Info Liga 2, galuh.id – Liga 2 2020 turut terdampak secara langsung akibat wabah Corona atau Covid-19.

Selain liga yang ditunda semenjak 16 Maret 2020, klub-klub Liga 2 juga mengalami krisis di berbagai lini akibat wabah Corona, termasuk keuangan dan sponsor.

Setidaknya ada empat klub peserta Liga 2, juga menghadapi krisis meski dengan detil yang berbeda.

Galuh ID merangkum empat kebijakan klub Liga 2 Indonesia menghadapi kebijakan soal gaji dan sponsor, dilansir dari berbagai media nasional:

Persis Solo

Persis Solo dikabarkan masih akan merumuskan kebijakan baru serta menindaklanjuti surat keputusan dari PSSI.

Seperti diketahui sebelumnya PSSI memberikan imbauan kepada klub untuk bisa membayar gaji elemen tim sebesar 25 persen dari kontrak.

Sejumlah penggawa Laskar Sambernyawa mengaku was-was jika gajinya nanti dipotong. Meski mereka juga menyadari timnya sedang dilanda situasi sulit seperti saat ini.

Sriwijaya FC

Sriwijaya FC menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan kewajiban berupa penggajian pemain untuk bulan Maret dengan full tanpa potongan.

Setelah itu mereka pun akan berkewajiban menggaji pemain pada bulan April, Mei, Juni yang kemungkinan akan mengikuti petunjuk PSSI.

Tapi dalam hal ini mereka belum bisa mengambil keputusan karena kabarnya akan dirapatkan di manajemen terutama dengan Direktur Utama PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelola klub SFC.

PSMS Medan

PSMS Medan sama halnya dengan Sriwijaya FC, mereka telah memberikan gaji penuh untuk bulan Maret dan di tiga bulan selanjutnya sebesar 25 persen.

Namun, beberapa pemain meminta untuk pemotongan gaji sekitar 25 persen tersebut jangan di sama ratakan. Pasalnya tiap pemain memiliki gaji yang tidak sama persis.

Malahan salah satu pemain termahal klub berjulukan Ayam Kinantan itu berdasarkan laman Transfermarkt, Rahmad Hidayat belum atau enggan untuk mengomentari lebih soal penerapan gaji ini.

Persiba Balikpapan

Klub berjulukan Beruang Madu ini, beberapa waktu lalu telah meliburkan para pemainnya usai mendapatkan keputusan terkait kompetisi dari PSSI.

Namun mereka dirundung permasalahan terkait sponsor klub. Dalam situasi seperti ini mereka kebingungan, pasalnya uang sponsor sudah masuk tapi kompetisi dihentikan.

Pihak klub pasti punya kewajiban untuk publikasi melalui sepak bola. Karena tidak ada kompetisi, produk-produk sponsor tidak bisa dipublikasikan. (GaluhID/Dhi)

Loading...
loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA