AMPP Kritisi Pembangunan Infrastruktur di Ciamis, Ini Respon DPUPRP

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

“Ini menimbulkan pertanyaan. Apakah ada permainan antara pengusaha dengan Pejabat DPUPRP, pengawas dan TIM PHO,” ujarnya.

Menurutnya, fungsi pengawasan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Tetapi pada kenyataannya pengawas di lapangan hanya datang sekali dua kali.

Padahal kenyataannya di lapangan sangat jauh secara kualitas. Banyak masalah yang terjadi di lapangan. Salah satunya rendahnya mutu produk hasil pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Lalu, kurang tepatnya waktu penyelesaian pekerjaan. Rendahnya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya dari yang diharapkan.

- Advertisement -

Lanjut Irfan, Dinas PUPRP Ciamis harus segera menyelesaikan pembangunan stadion atletik Ciamis yang mangkrak sejak pembangunan dengan menggunakan anggaran tahun 2016.

“Jangan menjadi proyek hambalang-nya Ciamis yang penuh dengan permasalahan dan tidak sesuai dengan standar,” katanya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait