Arus Mudik Lebaran 2023, Ada Rekayasa Lalin di Singaparna Tasikmalaya

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

“Tentu rekayasa itu akan kita laksanakan, bila memang terjadi kepadatan kendaraan,” jelas Abdhi melalui sambungan telepon.

Terdapat Rekayasa Lalu Lintas, Berbagai Hal Penyebab Kemacetan

Abdhi juga menjelaskan, terdapat rekayasa lalu lintas di pusat kota itu karena terdapat berbagai hal penyebab kemacetan, seperti, delman, becak dan PKL.

Selain Pedagang Kaki Lima (PKL) angkutan umum juga berpotensi menyebabkan kemacetan serta kepadatan di wilayah Singaparna khususnya alun-alun.

“Terdapat berbagai hal yang berpotensi menyebabkan kemacetan, kami akan memberikan sosialisasi baik yang di alun-alun maupun di jalan raya,” tambahnya.

- Advertisement -

Abdhi juga menyampaikan, pihaknya akan mengalokasikan, sehingga tidak mengagnggu jalur untuk arus mudik maupun balik.

“Itu akan kita alokasikan sehingga tidak menggangu kelancaran arus saat mudik dan balik lebaran nanti,” jelas Abdhi.

Kemudian upaya lainnya, menurut Abdhi, yaitu tidak bolehnya delman beroperasi selama arus mudik dan balik lebaran.

Pasalnya, menurut Abdhi, khawatir akan menjadi penyebab kemacetan dan itu merupakan kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

- Advertisement -

“Itu kebijakan Pemerintah Daerah, bila tidak seperti itu adas sosialisasi dan dialokasikan agar tidak menggangu jalur utama untuk para pemudik lebaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalulintas Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Ruslan Munawar, menyampaikan belum ada rencana untuk antisipasi kemacetan.

“Saat ini belum ada rencana apapun, bahkan baru akan ada rapat berkaitan rencana itu,” jelas Ruslan.(GaluhId/Ardiansyah)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

KAHMI Ciamis Kukuhkan Pengurus Baru, Siap Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

Pelantikan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ciamis menjadi langkah penting untuk memperkuat soliditas organisasi dan memanfaatkan potensi alumni dalam pembangunan daerah. Melalui tema "Ka Handap Akaran, Ka Luhur Sirungan", KAHMI berkomitmen pada nilai perjuangan HMI dan mendorong inovasi serta kolaborasi untuk kontribusi positif di masyarakat.

Artikel Terkait