Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021
BJB

Bansos Provinsi Jabar Tahap II Sediakan Komoditas Susu

spot_img

Berita Jabar, galuh.id –  Bansos Provinsi Jabar atau Bantuan Sosial Provinsi Jawa Barat akan menyediakan komoditas susu dalam paket Bansos tahap II.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Jafar Ismail mengatakan dengan adanya komoditas susu akan ada keterlibatan peternak.

“Peternak sapi perah akan terlibat, dan dapat menggerakan ekonomi masyarakat, karena penyedia pangan sapi  terlibat dalam proses produksi susu,” jelasnya.

Baca Juga: Bansos Provinsi Jabar Tahap II Mulai Disalurkan Hari Ini

Menurutnya, dalam produksi susu tidak hanya peternak sapi perah saja yang terlibat. Namun semuanya terlibat sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

”Banyak masyarakat yang terlibat, bukan hanya peternak sapi perah saja, banyak masyarakat yang mendapatkan dampak positif, khususnya sisi ekonomi,” jelasny.

Dengan adanya komoditas susu akan berdampak positif pada masyarakat, karena dapat menggerakan perekonomian pada masyarakat itu sendiri.

Dengan demikian Pemerintah Darah (Pemda) Provinsi Jawa Barat terkait ketersediaan komoditas susu akan mengandeng peternak sapi perah.

Penyerapan Susu Saat Pandemi Menurun, Melalui Bansos Provinsi Jabar Akan Naik

Penyerapan susu saat pandemi Covid-19 terjadi penurunan, namun akan kembali naik dengan dimasukannya komoditas susu pada bansos Provinsi Jawa Barat.

Sehingga dengan dimasukannya komoditas susu akan berdampak positif pada masyarakat karena penyerapan susu akan meningkat.

Jafar menyampaikan data, pada 2019 tercatat ada sekitar 120.716 ekor sapi perah di Jabar, dengan produksi susu mencapai 310.885 ton.

“Penyerapan susu saat pandemi ini menurun, dengan adanya komoditas susu pada Bansos Provinsi Jabar akan kembali meningkat,” yakin Jafar.

Jafar optimis ketersediaan susu untuk komoditas Bansos Provinsi Jawa Barat akan terpenuhi, sehingga akan berimbas baik pada masyarakat.

Jafar menambahkan protein yang terkandung pada susu sama baiknya dengan telur, dan melalui pengawetan Ultra High Temperature susu bertahan lama.

“Saat pendistribusian akan aman, karena dengan metoda pengawetan Ultra High Temperatur (UHT) bertahan antara 6-9 bulan,” jelas Jafar.


Sementara itu Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar, Dedi Setiadi mengatakan terdapat keterlibatan koperasi susu dan peternak.

“Sekitar 16 koperasi susu dan 17.428 peternak sapi perah terlibat dalam penyediaan komoditas susu dalam Bansos Provinsi tahap II,” jelasnya.

Sehingga sangat jelas komoditas susu pada Bansos Provinsi Jabar berdampak positif pada masyarakat karena terdapat beberapa pihak yang terlibat. (GaluhID/Ardiansyah)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,622FansSuka
244PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya