Bantuan Rutilahu untuk 45 Rumah di Ciamis, Fokus Korban Bencana

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh id – Pemkab Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menyalurkan bantuan rutilahu kepada 45 unit rumah pada tahun 2024.

Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ini menyasar rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Termasuk korban bencana dan rumah yang berada di kawasan rawan.

Kepala DPRKPLH Ciamis melalui Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, Feny Setia Priyana, menyampaikan bahwa besar bantuan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.

- Advertisement -

“Bantuan yang disalurkan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta per unit rumah. Total ada 45 rumah yang mendapatkan bantuan pada tahun 2024,” ujarnya, Senin (22/04/2025).

Rincian dari bantuan tersebut, menurut Feny, terdiri atas:

  • 40 unit rumah menerima bantuan sebesar Rp20 juta per unit untuk keperluan rehabilitasi.
  • 1 unit rumah di Desa Banjarsari direlokasi dari lahan milik PT KAI karena faktor keamanan, dengan bantuan sebesar Rp35 juta.
  • 3 unit rumah korban bencana relokasi ke tanah pribadi yang lebih aman, masing-masing mendapatkan bantuan hingga Rp50 juta.

Prioritas Bantuan Rutilahu 45 Rumah

Feny menegaskan bahwa proses verifikasi dan survei dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami memprioritaskan rumah yang benar-benar rusak parah, rawan roboh, atau terdampak bencana. Aspek kemanusiaan dan kondisi keuangan daerah juga menjadi pertimbangan penting,” jelasnya.

- Advertisement -

Namun, banyak pengajuan bantuan yang belum dapat terealisasikan karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar desa-desa mengusulkan rumah yang benar-benar masuk kategori prioritas.

“Misalnya rumah ambruk akibat bencana atau yang sudah tidak layak huni sama sekali,” tambahnya.

Terkait program Rutilahu dari Provinsi Jawa Barat, Feny mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) terbaru yang diterima.

Namun, pada tahun sebelumnya, Pemkab Ciamis mendapatkan bantuan untuk 100 unit rumah di kawasan kumuh. Seluruhnya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2024.

“Kami hanya bertugas sebagai tim teknis dan pengendali di lapangan, sedangkan pendanaannya sepenuhnya dari provinsi,” jelasnya.

Bantuan tersebut fokus untuk penanganan kawasan kumuh yang tersebar di lima desa, yaitu:

  • Desa Baregbeg
  • Desa Pamarican
  • Desa Sanding Taman
  • Desa Gunung Cupu
  • Desa Cibadak

Masing-masing desa mendapatkan alokasi bantuan untuk 20 unit rumah dengan anggaran Rp20 juta per unit.

Feny menegaskan bahwa program Rutilahu merupakan bentuk komitmen Pemkab Ciamis dalam meningkatkan kualitas hunian warga kurang mampu.

“Meskipun terbatas, DPRKPLH berupaya menyalurkan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan. Sambil menunggu kepastian dukungan tambahan dari pemprov maupun pusat,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Dani Priyanto, Mahasiswa Asal Sadananya Beri Lukisan untuk Bupati Herdiat di Lokasana

Festival musik "Harmoni Tanpa Batas" di Ciamis menghadirkan momen berkesan saat mahasiswa Dani Priyanto memberikan lukisan sebagai hadiah spesial kepada Bupati Herdiat Sunarya. Dalam acara tersebut, Dani mengungkapkan kecintaannya terhadap seni dan membuka kesempatan untuk pemesanan karya di masa depan. Festival ini merayakan Hari Jadi Kabupaten Ciamis dan Tahun Baru Islam.

Artikel Terkait