Bau mulut (halitosis) tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga bisa dialami anak-anak. Meskipun sering dianggap sepele, bau mulut pada anak bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan.
Berikut beberapa kemungkinan penyebab bau mulut pada anak yang bisa menjadi tanda penyakit menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Kerinci (pafikabupatenkerinci.org):
Baca Juga: Obat Gatal untuk Anak yang Aman dan Tersedia di Apotek
- Kebersihan Mulut yang Buruk
Ini adalah penyebab paling umum. Sisa makanan yang menumpuk di gigi dan lidah bisa menjadi sarang bakteri, yang kemudian menghasilkan bau tak sedap. Jika tidak dibersihkan, bisa menyebabkan gigi berlubang atau radang gusi. - Infeksi Gigi atau Gusi (Gingivitis)
Gusi yang bengkak, berdarah, atau infeksi pada gigi seperti abses, bisa menyebabkan bau mulut yang cukup kuat. Kondisi ini biasanya disertai rasa sakit dan perlu segera diperiksa oleh dokter gigi. - Amandel (Tonsilitis)
Amandel yang meradang dan membesar, apalagi jika disertai dengan pembentukan batu amandel (tonsil stones), bisa menjadi sumber bau mulut. Bau ini biasanya sulit hilang meski sudah sikat gigi. - Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Pilek, sinusitis, dan infeksi tenggorokan bisa menyebabkan bau mulut, terutama jika terjadi penumpukan lendir atau dahak di rongga mulut dan hidung. - Gangguan Pencernaan
Dalam beberapa kasus, bau mulut bisa berasal dari gangguan pada lambung atau sistem pencernaan. Seperti refluks asam lambung (GERD), meskipun ini lebih jarang terjadi pada anak.
Jika bau mulut anak berlangsung lama dan tidak hilang meski sudah menjaga kebersihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi. Anda juga bisa konsultasi ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. (GaluhID)
